- Menteri Keuangan Purbaya menyatakan Presiden Prabowo izinkan defisit APBN melebihi tiga persen dari PDB.
- Kebolehan defisit APBN lebih dari tiga persen hanya berlaku saat Indonesia mengalami krisis ekonomi.
- Krisis ekonomi diindikasi terjadi jika perekonomian nasional dan global mengalami resesi bersamaan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan kalau Presiden RI Prabowo Subianto memperbolehkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melebihi batas 3 persen dari produk Domestik Bruto.
Defisit APBN adalah jumlah pengeluaran atau belanja negara lebih besar daripada pemasukan atau penerimaan negara. Hal ini sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Menkeu Purbaya menyebut Presiden Prabowo memperbolehkan defisit APBN melebihi 3 persen, asalkan negara dalam keadaan krisis. Namun jika keadaan normal, itu tidak diperbolehkan.
"Dalam keadaan normal tidak, dalam keadaan krisis, iya. Tapi itu berlaku untuk semua negara," kata Purbaya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).
Purbaya kemudian menjelaskan indikator krisis ekonomi menurut pandangannya. Ia menilai Indonesia masuk fase tersebut apabila ekonomi masuk resesi, begitu pula dengan negara global.
Selain itu, lanjut Purbaya, krisis ekonomi terjadi apabila sudah tidak ada cara lain untuk memperbaiki ekonomi.
"Indikator krisis itu kalau untuk saya ya, ekonominya sudah resesi. Terus global juga resesi semua. Enggak ada cara lain untuk memperbaiki ekonomi. Semua cara untuk memperbaiki ekonomi itu tidak bisa membalik ke arah pertumbuhan ekonomi, kecuali ada stimulus tambahan di perekonomian. Kira-kira itu," jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Pastikan Harga BBM Tak Naik Meski Minyak Global Membara
-
Purbaya Endus 10 Perusahaan Lakukan Under Invoicing, Segera Kejar Pengemplang Pajak
-
Prabowo Dorong Percepatan Program Perumahan untuk Atasi Ketimpangan Sosial
-
Amnesty International Soroti Pernyataan Prabowo soal Pengamat, Ingatkan Bahaya Label Tidak Patriotik
-
Dukung Rencana Penghematan Prabowo, Legislator Golkar: Potong Gaji Pejabat Harus Terukur-Transparan
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
PLN Mulai Tender Raksasa PLTS 1,225 GW, Tersebar dari Jawa hingga Papua
-
Pidato di hadapan Buruh, Prabowo Janji Kucurkan KUR Bunga 5 Persen per Tahun
-
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
-
Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare
-
Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg
-
Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan
-
Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh
-
B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat
-
Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi
-
Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau