Bisnis / Makro
Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN Kita edisi Februari 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (23/2/2026). [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penurunan IHSG belakangan ini tidak perlu dikhawatirkan publik.
  • Purbaya menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih bagus, dengan proyeksi pertumbuhan triwulan I 2026 sekitar 5,5 persen.
  • Data pendukung klaim ekonomi membaik berasal dari BPS, BI, LPS, Gaikindo, dan Mandiri Spending Index.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari soal Indeks Harga Saham Gabungan yang terus menurun beberapa waktu belakangan. Ia mengklaim kalau penurunan IHSG adalah hal yang tak perlu dikhawatirkan.

"Enggak apa-apa," katanya di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (16/3/2026).

Menkeu Purbaya menyatakan kalau masyarakat juga mesti melihat fundamental ekonomi Indonesia. Selama itu masih bagus, maka pasar saham juga bakal mengikuti.

Dia pun menyayangkan banyaknya kritikan dari publik kalau ekonomi Indonesia memasuki masa resesi. Purbaya mengklaim kalau data berbicara sebaliknya.

"Banyak yang bilang ekonomi Indonesia sudah resesi. Anda jangan begitu. Enggak, kita masih bagus," lanjutnya.

Ia lalu menjabarkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan keempat 2025 mencapai 5,39 persen. Untuk triwulan pertama 2026, Purbaya memproyeksikan 5,5 persen atau lebih.

Bendahara Negara juga membantah kalau klaim itu hanya klaim sepihak darinya. Ia mengaku kalau data tersebut diperoleh dari berbagai lembaga seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), hingga Mandiri Spending Index (MSI).

"Orang bilang itu karangan Purbaya saja, enggak. Itu BPS, satu. Terus ada PMI (Purchasing Manager Index). Ada consumer confidence, yang survei BI sama LPS. Itu lembaga yang terpisah, sama naik semua. Ada lagi penjualan mobil dari asosiasi, naik juga, kencang," papar dia.

"Ada lagi Mandiri Spending Index. Positif juga kan? Itu kan dari lembaga-lembaga yang berbeda. Semuanya convert ke sana, artinya memang ekonomi memang betul membaik," pungkasnya.

Baca Juga: Penuh Sesak Pasar Tanah Abang Menjelang Lebaran

Load More