Suara.com - Tingkatkan upaya dekarbonisasi dan pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengembangkan program Community Forest di Provinsi Gorontalo.
Hal ini ditandai penanaman bibit pohon durian oleh Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, bersama Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel di Desa Molosipat Utara, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.
Diungkapkan Qomaruzzaman, program community forest digagas Pupuk Kaltim sebagai wujud nyata perusahaan dalam mendorong penurunan emisi karbon hingga 32% di tahun 2030, guna mendukung tercapainya target Net Zero Emmision di tahun 2060. Program ini digagas untuk memberikan perlindungan keanekaragaman hayati dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberi nilai tambah ekonomi pada lahan yang kurang produktif untuk ditanami berbagai jenis pohon dan komoditas.
"Program ini sebelumnya telah dilaksanakan Pupuk Kaltim bersama Kostrad, melalui penanaman 3 ribu bibit pohon di Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat pada lahan seluas 10 Hektare (Ha). Kerjasama ini akan berlanjut hingga 200 hektar, dengan target tanaman lebih dari 60 ribu bibit," ujar Qomaruzzaman.
Sementara untuk Gorontalo khususnya di Kabupaten Pohuwato, Pupuk Kaltim menargetkan pengembangan community forest seluas 1.840 Ha yang tersebar di tujuh desa untuk ditanami berbagai varietas. Diantaranya durian, jamu mete, alpukat, nangka, mangga, sirsak, rambutan dan cengkeh, hingga sengon dan berbagai jenis tanaman langka. Total bibit yang akan ditanam sebanyak 68 ribu lebih, dengan keterlibatan 430 petani setempat.
Pada program ini, Pupuk Kaltim menyediakan bibit unggul bersertifikat dan saprodi pertanian, serta kebutuhan pupuk selama tiga tahun. Disamping juga pendampingan teknis budidaya bagi petani mulai awal pengolahan lahan hingga penanaman secara baik dan benar, termasuk inventarisir sekaligus monitoring serapan CO2 selama 15 tahun.
"Selama pendampingan, Pupuk Kaltim akan membekali masyarakat beragam pengetahuan tentang tata cara pengolahan lahan, memelihara tanaman hingga mendistribusikan hasil panen. Sehingga manfaat program tidak hanya berkontribusi langsung terhadap lingkungan, tapi juga mensejahterakan masyarakat sekitar lokasi penanaman," lanjut Qomaruzzaman.
Dirinya menyebut Pupuk Kaltim akan terus konsisten melakukan inovasi berkelanjutan, untuk mencapai target pengurangan emisi karbon melalui beragam program dalam koridor Environmental, Social dan Governance (ESG). Hal ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam transformasi hijau, yang diharapkan dapat berkontribusi pada potensi penyerapan emisi karbon disamping mendorong kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian nasional.
"Melalui keterlibatan masyarakat dalam inisiatif penyeimbangan karbon dari community forest, diharap mampu memberikan nilai tambah yang jauh lebih tinggi," tambah Qomaruzzaman.
Baca Juga: Komitmen Terapkan ESG, Pupuk Kaltim Diganjar Penghargaan Bergengsi
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel, mengatakan kerjasama program community forest antara Pupuk Kaltim dengan kelompok tani di Pohuwato menjadi salah satu upaya untuk lebih menghijaukan Gorontalo, dengan manfaat jangka panjang yang bisa dinikmati masyarakat melalui pemberdayaan yang dilakukan. Dari program ini akan lebih banyak komoditas tanaman yang bisa dihasilkan masyarakat, sehingga makin mendorong peningkatan kesejahteraan.
“Kerjasama ini dilakukan untuk menghijaukan Gorontalo. Untuk itu kami imbau para petani untuk bisa memaksimalkan program, agar ke depan hasilnya pun sesuai harapan," kata Rachmat Gobel.
Damis, petani Desa Molosipat Utara menyambut optimis program community forest yang digagas Pupuk Kaltim, dengan menyasar potensi durian sebagai salah satu varietas tanaman yang akan dikembangkan. Menurut dia durian Molosipat sangat kurang mendapat perhatian dan sentuhan, sehingga banyak pohon yang tidak lagi produktif tanpa ada kesinambungan budidaya yang dilakukan.
Padahal durian Molosipat merupakan bibit unggul lokal yang sangat diminati masyarakat, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan selain sektor pertanian jagung yang kini menjadi komoditas andalan Pohuwato.
"Maka dengan program ini, kami harap potensi durian Molosipat dapat kembali tumbuh dan berkembang. Sehingga pada 3 atau 4 tahun mendatang sudah bisa berproduksi dan menghasilkan durian terbaik di Gorontalo," harap Damis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sebut Dasco Dulu Provokator Sekarang Profesor, Prabowo: Co, Hati-hati Co!
-
Review Film WIND UP: The Movie, Perjuangan Manis Mengejar Mimpi Masa Remaja
-
Prabowo Singgung Londo Ireng 'Nyamar' jadi Pengamat dan Wartawan, Kok Bisa?
-
25 Ton Ikan Nila Mati Massal Akibat Letupan Belerang di Danau Batur
-
Harga Minyak Naik Jadi USD 100 per Barel, Perang Merembet ke Selat Bab el-Mandeb
-
Delapan Bulan Pasca Bencana, Ratusan Siswa SD di Aceh Masih Belajar Darurat
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi