Suara.com - Siapa pun tahu bahwa pendidikan tinggi adalah faktor penentu masa depan anak. Tapi sayangnya, sering kali kenaikan pendapatan orang tua tidak berimbang dengan kenaikan dana pendidikan. Semakin tinggi jenjang pendidikan, maka semakin tinggi pula rata-rata biaya pendidikan yang diperlukan.
Data Statistik Penunjang Pendidikan tahun 2021 dari BPS menyebutkan selama tahun ajaran 2020/2021, rata-rata total biaya yang dikeluarkan untuk jenjang perguruan tinggi sekitar Rp14,47 juta dan jenjang sekolah menengah/sederajat Rp7,80 juta. Hal ini berarti orang tua harus lebih awal menyiapkan dana dan menghitung kembali skema persiapan dana pendidikan agar nantinya beban biaya kuliah anak menjadi lebih ringan.
“Sulitnya menyediakan dana pendidikan menjadi tekanan bagi orang tua untuk memberikan anaknya kesempatan bersekolah dan kuliah ke sekolah dan universitas terbaik," kata Direktur Konsumer Bank Woori Saudara, M. Tri Budiono.
Atas dasar itulah, Bank Woori Saudara mendorong nasabah sejak awal agar mulai menyiapkan dana persiapan pendidikan untuk jenjang yang lebih tinggi. Tanpa dipersiapkan sejak dini, maka nilai yang terkumpul tidak akan mencukupi pada masa depan dan faktor risiko juga semakin besar.
"Kami peduli pada kesejahteraan nasabah dan keluarga sehingga kami menggandeng Sequis Financial untuk menyediakan produk asuransi yang menyediakan manfaat dana pendidikan,” ujar M. Tri Budiono.
Kebutuhan ini pun disanggupi oleh Sequis Financial dengan menyediakan produk asuransi pendidikan Q Study Plan Insurance. Bahkan, Presiden Direktur Sequis Financial Edisjah mengatakan bahwa pihaknya menargetkan Total Premi Q Study Plan Insurance tahun ini dapat mencapai hingga Rp3,8 miliar.
Q Study Plan Insurance dapat menjadi solusi agar anak berkesempatan meraih pendidikan tinggi. Usia masuk Tertanggung adalah 18 sampai dengan 50 tahun, dengan masa pertanggungan selama 18 tahun. Nasabah dapat memilih plan Uang Pertanggungan (UP) mulai dari Rp25 juta hingga Rp100 juta. Pembayaran premi selama 5 tahun dengan pilihan metode pembayaran premi bulanan, kuartalan, semesteran atau tahunan.
Manfaat yang diberikan salah satunya adalah manfaat meninggal dunia senilai 150% UP jika Tertanggung meninggal dunia bukan karena kecelakaan, atau 200% UP jika karena kecelakaan. Kemudian, manfaat dana pendidikan akan tetap dibayarkan sesuai tabel Manfaat Dana Pendidikan, baik Tertanggung hidup atau meninggal dunia selama polis masih aktif dalam Masa Pertanggungan Asuransi dan saat jatuh tempo pembayaran Manfaat Dana Pendidikan.
Baca Juga: Dorong Jokowi Benahi Dunia Pendidikan, PDIP Cium Adanya Upaya Penyusupan Praktik Radikalisme
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng
-
Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia
-
Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank
-
Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak