Suara.com - Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada hari Rabu menyetujui kenaikan suku bunga 75 basis poin yang keempat berturut-turut dan mengisyaratkan perubahan potensial dalam bagaimana pendekatan kebijakan moneter untuk menurunkan inflasi.
Mengutip CNBC, Kamis (3/11/2022) bank sentral menaikkan suku bunga pinjaman jangka pendek sebesar 0,75 poin persentase ke kisaran target 3,75 persen 4 persen, level tertinggi sejak Januari 2008.
Langkah tersebut melanjutkan pengetatan kebijakan moneter yang paling agresif sejak awal 1980-an, terakhir kali inflasi setinggi ini.
Seiring dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga, pasar juga telah mencari bahasa yang menunjukkan bahwa ini bisa menjadi pergerakan 0,75 poin terakhir, atau 75 basis poin.
Pernyataan baru mengisyaratkan perubahan kebijakan itu, mengatakan ketika menentukan kenaikan di masa depan, The Fed akan mempertimbangkan pengetatan kumulatif kebijakan moneter, kelambatan di mana kebijakan moneter mempengaruhi kegiatan ekonomi dan inflasi, dan perkembangan ekonomi dan keuangan.
Para ekonom berharap ini adalah yang banyak dibicarakan tentang “penurunan” dalam kebijakan yang dapat melihat kenaikan suku bunga setengah poin pada pertemuan Desember dan kemudian beberapa kenaikan kecil pada tahun 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
-
5 HP RAM 8 GB untuk Multitasking Lancar Harga Rp1 Jutaan Terbaik Februari 2026
-
Ivar Jenner Gabung Dewa United! Sudah Terbang ke Indonesia
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
Terkini
-
Meski Turun, Jumlah Pengangguran RI Capai 7,35 Juta Orang
-
BPS Sebut Investasi Tumbuh Dua Digit di 2025, Ini Penyebabnya
-
ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks
-
Besok Danantara Mulai 6 Proyek Hilirisasi Rp 97 Triliun
-
Naik TransJakarta Bisa Bayar Pakai GoPay, Begini Caranya
-
Aturan Turunan Belum Terbit, Demutualisasi BEI Masih Menggantung
-
Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000
-
5 Risiko Jual Beli Rumah Tanpa Notaris yang Bisa Rugikan Pembeli
-
Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
IHSG Tetap Loyo Meski PDB RI Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-IV 5,39%