Suara.com - Kasus hukum yang tengah dialami Jessica Iskandar membuatnya kesulitan membayar cicilan KPR. Bahkan, istri dari Vincent Verhaag itu sudah nunggak KPR selama 3 bulan.
Beruntung, Jessica mendapat bantuan dari sahabatnya, Raffi Ahmad, yang bersedia membayari cicilan KPR selama 1 bulan. Meski begitu, Jessica masih harus memikirkan jalan keluar untuk mengatasi tunggakannya tersebut.
Kesulitan membayar cicilan KPR seperti yang dialami Jessica Iskandar bukan tak mungkin juga pernah dialami oleh kita yang notabene adalah masyarakat biasa. Lalu, bagaimana cara mengatasinya, terlebih kalau kita tak punya sahabat seorang sultan seperti Raffi Ahmad?
Alih-alih menghindar telepon dari bank, sebaiknya kamu memberitahu pihak bank terkait kondisi keuangan yang sedang kamu alami disertai bukti-bukti konkret. Biasanya, pihak bank akan berupaya membantu dan mencarikan solusi untuk kamu.
Jika bank merasa konsumennya sedang mengalami kesulitan pembayaran KPR, maka bank akan mempertimbangkan untuk melakukan restrukturisasi KPR. Biasanya terdapat 3 cara untuk melakukan restrukturisasi, yaitu rescheduling, restructuring dan reconditioning. Simak masing-masing penjelasannya di bawah ini:
1. Rescheduling atau Penjadwalan ulang
Kamu bisa meminta kepada pihak bank untuk melakukan penjadwalan ulang atau reschedulling ini. Ajukanlah waktu pembayaran terbaru yang kamu sanggupi untuk membayar. Misalnya, yang tadinya KPR disepakati berlangsung selama 10 tahun, diperpanjang menjadi 15 tahun. Perpanjangan ini diharapkan dapat meringankan kamu dalam hal membayar cicilan setiap bulannya, sehingga tidak ada lagi penunggakan.
2. Restructuring atau Penataan Ulang
Kamu juga bisa meminta pada pihak bank untuk menata ulang hal-hal seperti pokok kredit, besaran suku bunga, dan tunggakan bunga. Misalnya, bunga KPR dipangkas lebih ringan dari 11% menjadi 10%, atau denda keterlambatan dikurangi dari 0,5% per hari menjadi 0,2% per hari.
Baca Juga: Optimalisasi Perlindungan Asuransi Jiwa Kredit, Ini Langkah Sequis Financial dan Permata Bank
3. Reconditioning atau Penetapan Syarat Ulang
Syarat-syarat dalam kredit bisa kamu ajukan untuk ditata kembali dengan maksud meringankan sekaligus memudahkan nasabah dalam membayar cicilan. Penataan ini dapat berupa mengubah jadwal pembayaran, tenor cicilan, dan lainnya, selama tidak mengubah nilai total kredit yang nasabah bayar.
Langkah lain dan mungkin merupakan langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah mengalihkan pembayaran kredit kepada orang lain atau over kredit. Ini dilakukan apabila kamu sudah tidak sanggup lagi melanjutkan pembayaran.
Nah, jalan mana pun yang kamu pilih, pastikan tetap bersikap kooperatif dengan pihak bank, ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi