Suara.com - Dua perusahaan farmasi diduga tidak memenuhi standar produksi obat sirop dan memiliki cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) yang melebihi ambang batas. Kedua perusahaan tersebut pun diumumkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma.
Etilen Glikol dan Dietilen Glikol yang melebihi ambang batas itu diduga sebagai sumber pemicu penyakit gagal ginjal akut. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut 2 perusahaan farmasi yang melanggar standar kandungan EG-DEG yakni PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma karena melebihi ambang batas.
PT Samco Farma
Melansir dari laman resminya samcofarma.co.id, PT Samco Farma merupakan perusahaan yang telah berdiri sejak pasca Perang Dunia II di Jakarta sebagai importir obat tradsional China. Perusahaan tersebut berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir dan bergerak di bidang farmasi.
PT Samco Farma berlokasi di Jalan Jenderal Gatot Subroto KM 1.2 No. 27 RT 03 RW 01 Uwung Jaya, Ciboda, Tangerang, Banten 1513.
PT Samco Farma mengklaim memproduksi obat engan kualitas tinggi yang mematuhi Good Manufacturing Process serta sertifikasi ISO 9001:2015 tentang manajemen mutu. Produk yang dihasilkan yakni Cod Liver Oil atau merupakan suplemen kesehatan hingga Red Flowir Oil yakni salep serta obat medis termasuk OTC, Ethical, dan Quasi dengan teknologi terbaru.
PT Ciubros Farma
PT Ciubros Farma adalah perusahaan yang terletak di Jalan Raya Mangkang Kulon KM 16, Kota Semarang. Perusahaan ini bergerak di bidang farmasi yang berupa produksi dan pengelolaan obat. Salah satu produknya yakni PK (PeKa) Potassium Permanganate CITO Ciubros Farma.
BPOM sebelumnya telah melakukan pengujian bahan baku produk dari PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma. Keduanya terbukti menggunakan EG dan DEG secara tidak memenuhi syarat dalam produk dan melebihi ambang batas aman.
Baca Juga: Izin Edar 69 Obat Sirup Ini Dicabut BPOM, Berikut Daftarnya
BPOM pun telah memerintahkan penarikan obat sirop dari PT Samco Farma dan PT Ciubros Farma. Setelah itu, obat tersebut akan dimusnahkan oleh pihak yang berwenang.
Selaras dengan kabar tersebut, Kementerian Kesehatan pun sebelumnya menyatakan berdasarkan data dari seluruh rumah sakit di 28 provinsi menunjukkan hasil pemeriksaan yang konsisten. Hasil pemeriksaan tersebut adlaah faktor risiko terbesar penyebab penyakit gangguan ginjal akut progresif atipikal adalah toksilasi dari EG-DEG.
Kementerian Kesehatan juga memastikan hasil pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium terhadap pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal yang meninggal. Hasilnya, terbukti bahwa senyawa EG menjadi penyebab kerusakan pada ginjal.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Tag
Berita Terkait
-
Tak Dijadwalkan, Bareskrim Tunggu Waktu BPOM Siap Diperiksa Kasus Gagal Ginjal Anak
-
19.356 Obat Sirup di Tangerang Ditarik, Masuk Daftar Obat yang Izin Edarnya Dicabut BPOM
-
Izin Edar 69 Obat Sirup Ini Dicabut BPOM, Berikut Daftarnya
-
Tidak Terdaftar BPOM, Clara Shinta Memelas ke Dokter Richard Lee Agar Berhenti Mengusik Produknya
-
Jenis Obat yang Diproduksi PT AFI FARMA Mengandung Bahan Berbahaya Ditarik izin Edarnya
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
-
Resmi Ditahan, Yaqut Diduga Terima Fee dari Jemaah Daftar Bisa Langsung Berangkat Haji
-
Resmi Ditahan, Gus Yaqut Lebaran di Rutan KPK
Terkini
-
Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi
-
Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?
-
Pengemudi Ojol Bersyukur Besaran BHR Naik dari Tahun Lalu
-
37 Bandara InJourney Beroperasi 24 Jam Selama Mudik
-
Pemerintah Mulai Bangkitkan Bisnis UMKM Pascabanjir Aceh
-
Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain
-
Jelang Mudik, Brantas Abipraya Tuntaskan Proyek JLS Lot 3 Serang-Sumbersih di Blitar
-
Sahur Jadi Waktu Primetime Belanja Online Warga RI
-
Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok
-
Strategi Garuda Indonesia Genjot Penjualan Tiket