Suara.com - Buah Nusantara merupakan komoditas yang memiliki peluang besar untuk mengisi pasar yang masih terbuka lebar. Bukan hanya pasar lokal, tapi juga pasar ekpor di mancanegara. Sayangnya produksi buah di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Direktur Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman mengatakan, produksi buah domestik terus meningkat dari tahun ke tahun. Produki buah saat ini sekitar 26,5 juta ton atau mengalami peningkatan 6 hingga 7% per tahun.
"Produksi meningkat, tapi belum mampu memenuhi kebutuhan buah dalam negeri," kata Liferdi belum lama ini.
Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi buah dalam negeri. Apalagi banyak buah Nusantara yang eksotik dan tidak berkembang di luar negeri. Sebut salak dan manggis yang jadi primadona ekspor.
Liferdi menjelaskan, sejumlah buah Nusantara sudah ada yang menembus pasar ekspor. Selain salak dan manggis yang sudah diekspor, potensi ekspor bisa datang dari mangga yang produksinya 2,8 juta ton, durian 1,35 juta ton, pisang 8,7 juta ton, dan nanas 2,88 juta ton.
Sayangnya, kata Liferdi, ekspor buah selama ini masih kecil. "Ekspor hanya 52,4 ribu ton atau 0,19%, masih sangat sedikit," ujar dia.
Diakui Liferdi, akibat pandemi Covid-19 ekspor buah sejak 2017 mengalami penurunan. Banyak pelaku usaha terkendala kontainer. "Dari volume turun, tapi dari sisi nilai mengalami peningkatan," kata dia.
Dari sisi konsumsi, Liferdi mengakui, konsumsi buah masyarakat Indonesia masih rendah. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, tingkat konsumsi buah hanya 36,35 kg/kapita/tahun. Di bawah standar FAO sebesar 73 kg/kapita/tahun. "Idealnya konsumsi sesuai standar FAO," ujar dia.
Tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia, kata Liferdi, baru sebesar 54,09% dari batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pisang merupakan buah paling banyak dikonsumsi, yakni rata-rata 24,71 gram/kapita/hari, diikuti jeruk (12,57 gram/kapita/hari), pepaya (11,71 gram/kapita/hari), dan semangka (8,57 gram/kapita/hari).
Baca Juga: Kementan Bidik Turki sebagai Pasar Ekspor Komoditas Pertanian
Karena itu, kata dia, pemerintah mendorong peningkatan produksi buah Nusantara. Pemerintah, klaim dia, telah merumuskan kebijakan peningakan daya saing melalui peningkatan produksi, produktivitas, meningkatkan akses pasar dan logistik yang didukung pertanian ramah lingkungan.
"Strategi lewat pengembangan kampung buah dan pengembangan UMKM di kampung buah dan sistem digitalisasi," kata Liferdi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
Terkini
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap
-
Penerimaan Bea Cukai Anjlok 14% Jadi Rp 22,6 Triliun di Januari 2026
-
Menkop Tak Mau Ambil Pusing Soal Impor Pikap untuk Koperasi Desa Merah Putih
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Outlook Stabil, AM Best Soroti Kinerja dan Permodalan Kuat