- OJK blokir 31.382 rekening judi online dan perketat pelacakan NIK nasabah bank.
- Polri bongkar 21 situs judi lintas negara dan sita aset hingga puluhan miliar.
- Sinergi OJK, Komdigi, dan Polri percepat pemutusan rantai aliran dana ilegal.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan sektor keuangan seiring dengan melonjaknya aktivitas perjudian daring (online) di Indonesia. Hingga Desember 2025, OJK melaporkan telah memerintahkan perbankan untuk memblokir sebanyak 31.382 rekening yang terindikasi kuat berkaitan dengan jaringan judi online (judol).
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan temuan sebelumnya yang tercatat sebanyak 30.392 rekening. Pembersihan besar-besaran ini dilakukan untuk memitigasi dampak buruk judi online terhadap stabilitas perekonomian dan integritas sektor keuangan nasional.
“OJK telah meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap kurang lebih 31.382 rekening. Terkait data dari Komdigi, perbankan juga diminta melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian Nomor Identitas Kependudukan (NIK) serta melakukan enhanced due diligence,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers RDK Bulanan, Jumat (9/1/2026).
Dalam upaya pemberantasan ini, OJK bekerja sama erat dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Fokus utama kerja sama ini adalah sinkronisasi data rekening dengan identitas kependudukan guna memastikan tidak ada celah bagi pelaku judi online untuk menggunakan identitas palsu atau meminjam rekening orang lain.
Langkah enhanced due diligence atau pemeriksaan mendalam juga diwajibkan bagi nasabah yang masuk dalam kategori berisiko tinggi guna memutus rantai aliran dana ilegal tersebut.
Di sisi lain, upaya represif juga ditunjukkan oleh pihak kepolisian. Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri baru-baru ini berhasil membongkar 21 situs perjudian lintas negara. Dari operasi tersebut, Polri menyita aset senilai puluhan miliar rupiah.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Himawan Bayu Aji, mengungkapkan bahwa jaringan ini memiliki jangkauan global dengan menawarkan berbagai jenis taruhan, mulai dari kasino hingga judi bola.
“Tim patroli siber kami menemukan adanya website perjudian online yang menawarkan pengalaman beragam bagi pemainnya. Keberhasilan ini adalah hasil pengembangan intensif untuk membersihkan ruang digital dari praktik ilegal,” kata Himawan di Mabes Polri, Rabu (7/1/2026).
Sinergi antara pemblokiran rekening oleh OJK dan penindakan situs oleh Polri diharapkan dapat memberikan tekanan hebat bagi ekosistem judi online yang selama ini merusak daya beli masyarakat dan mengganggu ketertiban sosial.
Baca Juga: Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai