Suara.com - Bos anyar Twitter Elon Musk meminta para pegawainya untuk tidak lagi bekerja dari rumah alias Work From Home (WFH), keputusan ini diambil setelah dia mengirimkan surat elektronik kepada seluruh pegawai Twitter.
Mengutip BBC, Jumat (11/10/2022) Elon Musk meminta seluruh anak buahnya bekerja selama 40 jam dalam seminggu.
Dalam surat itu Elon juga menjelaskan jika perlambatan ekonomi global akan mempengaruhi pendapatan iklan Twitter. Saat dikonfirmasi BBC, Twitter tidak memberikan komentar apapun.
Sebelumnya pada 2020, Twitter memiliki kebijakan bekerja dari rumah untuk para pegawai hingga jangka waktu yang tidak ditentukan. Saat itu Twitter meyakini jika kebijakan ini efektif apalagi selama masa pembatasan saat COVID-19 sedang tinggi-tingginya.
Namun Elon Musk memiliki pandangan berbeda. Semua orang yang di rumah bekerja tidak serius. Karena itu untuk bekerja keras, pegawai harus datang ke kantor.
Elon Musk diketahui memang memiliki etos kerja yang luar biasa tinggi, baru-baru ini dia mengatakan jam kerjanya bertambah lebih banyak ketika memutuskan untuk mengakuisisi Twitter.
Pekerjaanku meningkat dari sekitar 70 jam sampai 80 jam per minggu menjadi kemungkinan sekitar 120 jam," katanya seperti dikutip dari Benzinga, Kamis (10/11/2022).
Diketahui sebelum mengambil alih Twitter, Elon Musk merupakan bos besar sejumlah perusahaan bertaraf global seperti Tesla, SpaceX, Neuralink, dan Boring Company.
Dengan demikian dia bekerja kurang lebih selama 17 jam/perhari, dimana waktunya hanya dihabiskan untuk tidur dan bekerja saja.
Baca Juga: Jam Kerja Elon Musk Tambah Jadi 120 Jam/Minggu: Jangan Diikuti, Bisa Gila
"Pergi tidur, bangun, bekerja, pergi tidur, bekerja, melakukan hal itu 7 hari seminggu," cetusnya.
Ia mengaku tak punya pilihan selain bekerja keras karena banyak hal harus ditangani di Twitter. "Jika Twitter sudah diletakkan di jalur yang benar, kupikir akan jauh lebih mudah untuk dikendalikan dibandingkan SpaceX atau Tesla," pungkas Elon Musk.
Elon Musk pernah mengatakan bahwa kerja 8 jam sehari atau sekitar 40 jam seminggu (5 hari kerja) sangatlah kurang untuk melakukan sesuatu yang besar, apalagi jika ingin mengubah dunia.
Musk menyarankan bekerja sekitar 80 hingga 100 jam dalam seminggu, di kisaran 16 hingga 20 jam per hari. "Tidak ada orang yang pernah mengubah dunia hanya dengan bekerja 40 jam seminggu," kata dia.
Di kemudian hari Elon Musk mengakui jadwal kerja semacam itu tidak sehat bagi tubuh dan tidak seharusnya ditiru karena kata dia bisa bikin gila.
"Tak seorang pun harus bekerja sebanyak itu. Tidak direkomendasikan bagi siapa pun. Kamu akan menjadi sedikit gila jika kamu bekerja 120 jam dalam seminggu," kata Elon Musk.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Pupuk ke Klinik Desa, KDMP Tamanmartani Buktikan Koperasi Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
-
Kabar Baik! Stasiun JIS Akan Punya Dua Peron, Akses ke Stadion dan Ancol Makin Lancar
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan