Suara.com - Bicara soal networking, manfaatnya sangatlah krusial jika kita membicarakan soal bisnis. Dengan adanya networking yang baik, sebuah bisnis bisa mendapat kanal untuk dukungan modal, peluang kerja sama, hingga membuka peluang lainnya yang berdampak positif untuk bisnis itu sendiri.
Salah satu strategi agar proses networking berjalan lancar adalah dengan membuat pihak lain engage. Agar pihak lain bisa engage, perlu mencari irisan interest dengan orang atau pihak lain tersebut.
Hal tersebut disampaikan oleh Fauzi Rahadian Yusuf selaku Marketing & Brand Manager Titipku dalam forum workshop dan diskusi daring bertajuk "Benefit in Networking for Startups", dikutip dari kanal YouTube Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Sabtu (19/11/2022).
Fauzi mengatakan bahwa perlu adanya riset atau observasi terlebih dahulu tentang interest orang yang akan diajak berjejaring. Sehingga, ketika bertemu, komunikasi bisa berjalan lebih efektif, efisien, dan menghemat waktu kedua belah pihak.
“Kita biasanya menyebut sebagai kontraprestasi. Ini adalah kondisi di mana kita bisa membawa sesuatu yang bisa ditawarkan ke pihak lain dan meminta sesuatu dari pihak lain tersebut, namun dalam batasan interest yang sama tadi,” tambah Fauzi.
Setelah bertemu dan berhasil engage, maka perlu juga adanya komunikasi untuk memelihara networking yang dibentuk.
“Biasanya yang dilakukan agar bisa engage, terutama dengan lembaga pemerintah, adalah melalui acara atau event-event bersama. Titipku pun bisa berjejaring dengan Pak Teten dari Kementerian Koperasi dan UKM juga lewat event webinar. Dari event tersebut kami jalin komunikasi. Ketika sudah jalin komunikasi ini, kita bisa buat program bersama yang saling mengakomodasi interest kedua belah pihak,” ungkap Fauzi.
Fauzi menambahkan, “Biasanya irisan yang terjadi adalah bagaimana kita bisa memberi sumbangsih untuk pencapaian program yang dicanangkan pemerintah. Jika irisan ini disepakati, maka program bersama dan networking jangka panjang bisa didapat.”
Tips lain juga diberikan oleh Christian Dotulong selaku Head of Marketing Credibook dan Bryan The selaku VP of Growth dari startup Wahyoo.
Baca Juga: 4 Tips Efektif Membangun Networking saat Work From Home
Menurut Bryan, langkah awal membangun networking adalah mencari tahu profil orang yang akan diajak berjejaring. Kemudian, setelah bertemu, efektifkan elevator pitch, yakni waktu krusial 2 menit untuk memperkenalkan siapa kita.
Sementara, Christian Dotulong mengatakan bahwa dalam membangun networking, kebutuhan masing-masing pihak perlu dipetakan dengan baik. Ketika pemetaan kebutuhan sudah baik, waktu yang digunakan untuk berdiskusi akan lebih efektif. Hal ini menghindari proses meeting yang tidak berkesudahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM
-
Kemenperin: Industri Kimia dan Petrokimia Mulai Terimbas Konflik Timur Tengah