Suara.com - Peneliti Pustek UGM, Hempri Suyatna menyebut, pekerja sektor teknologi yang terdampak PHK punya peluang besar di dunia kerja lantaran keterampilan mereka yang teruji.
"Saya melihat para karyawan di sektor teknologi ini memiliki skill di atas rata-rata dan dibutuhkan dalam pekerjaan yang ada kaitannya dengan digitalisasi. Mereka bisa bertransformasi di sektor lain seperti membantu mengembangkan startup maupun perusahaan yang memang membutuhkan talenta mereka. Artinya, peluang mereka untuk terlibat atau bekerja di sektor formal terbuka luas," kata dia.
Menurut dia, talenta di sektor teknologi memiliki skill yang membuat mereka bisa dengan mudah masuk ke bidang lain yang berbasiskan teknologi.
Sebab selama ini, jenis dari perusahaan teknologi masih banyak yang serupa, yang mana sebagian besar dari mereka bergerak di e-commerce, transportasi, wisata, maupun fintech.
"Nah, alangkah bagusnya jika mereka bisa mengembangkan pekerjaan berbasis digital ini di sektor lain seperti misalnya sektor pertanian, kelautan, atau sektor lain yang selama ini kurang terpikirkan," kata Hempri, dikutip dari Antara.
Selain itu, peluang pekerjaan di bidang teknologi masih cukup terbuka dan akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada 2030 mendatang.
Sebagaimana diketahui, saat ini banyak perusahaan melakukan PHK akibat ekonomi yang kurang baik.
Situasi kurang kondusif turut menimpa perusahaan-perusahaan raksasa teknologi dunia seperti Amazon, Meta, dan Twitter. Tak hanya di lingkup global, beberapa perusahaan teknologi di Indonesia juga mengalami situasi serupa, seperti Shopee, Grab dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).
Walau terjadi banyak efisiensi, karyawan perusahaan teknologi terus diincar di pasar termasuk di industri konvensional.
Baca Juga: 4 Etika Penting yang Perlu Kamu Perhatikan untuk Menghadapi Dunia Kerja
Sementara itu, Ekonom Pusat Inovasi dan Ekonomi Digital Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Izzudin Al Farras Adha mengatakan karyawan yang pernah bekerja di perusahaan-perusahaan teknologi besar akan lebih mudah dalam mendapatkan pekerjaan.
"Misalnya mantan karyawan GoTo, dia akan lebih mudah diserap pasar. Mereka akan punya kesempatan kerja lebih tinggi. Yang membedakan mungkin dari lama tunggunya dan bergantung pada pengalaman kerja yang memang bervariasi," katanya.
Terlebih, saat ini hampir seluruh perusahaan di berbagai sektor tengah berupaya melakukan digitalisasi, termasuk sektor-sektor formal, sehingga SDM di bidang teknologi akan sangat dibutuhkan.
"Seperti pascapandemi, ada dua sektor industri yang berkembang cukup pesat, yaitu sektor konstruksi dan perdagangan. Dua sektor itu tentu membutuhkan SDM di bidang teknologi. Jadi, tinggal bagaimana SDM tersebut melakukan adaptasi sesuai dengan budaya dan lingkungan kerja yang baru," ujar Farras.
Terkait alasan di balik efisiensi karyawan, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan ada beberapa penyebab terjadinya pengurangan karyawan di perusahaan-perusahaan teknologi global seperti Amazon, Meta, dan Twitter.
Menurut Bhima, perusahaan perlu melakukan efisiensi untuk menekan biaya di tengah kondisi ekonomi global yang menghadapi tantangan cukup berat di tahun depan. Selain itu juga agar bisnis perusahaan tersebut dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Penyebab lain adalah adanya faktor reorganisasi perusahaan, sebagai contoh Twitter. Setelah diambil alih Elon Musk, Twitter melakukan reorganisasi dengan mengurangi hampir setengah dari total karyawannya. Dengan kondisi seperti itu, ditambah ancaman resesi global, perusahaan ini harus memperkecil unit bisnisnya.
"Apa yang terjadi di global, efeknya tentu juga terbawa ke Indonesia. Kalau di global terjadi pemangkasan atau reorganisasi masif, maka efeknya banyak perusahaan rintisan atau startup di Indonesia melakukan hal yang sama untuk bertahan," sebut Bhima.
Berita Terkait
-
Jumlah Uang yang Diterima Karyawan Gojek-Tokopedia Usai Kena PHK
-
Ramai Startup PHK Karyawan, Begini Aturan Tentang Pemberhentian Kerja yang Tepat
-
Ingat PHK Pekerja Harus Ikutin Aturan, Ga Bisa Seenaknya
-
Nasib Ruangguru: Dulu Berprestasi Dipuji Jokowi, Kini Terseret Badai PHK
-
4 Etika Penting yang Perlu Kamu Perhatikan untuk Menghadapi Dunia Kerja
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
Terkini
-
Saham BCA Lagi Murah-murahnya, Dasco: Sepanjang Melalui Mekanisme Pasar Beli Saja
-
Profil Emiten Cetak Spanduk yang Dibeli Raffi Ahmad Ratusan Miliar
-
Mengapa Pertamina Naikkan Harga Pertamax Saat Gajian Telah Habis?
-
Harga Pertamax Harusnya Tembus Rp 30.000/Liter
-
Bea Cukai Sita 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Penerimaan Negara Rp8,66 Miliar
-
Dasco: Rupiah Menguat Pekan Depan, Publik Segera Jual Dolar AS Kalau Tak Mau Rugi
-
Setelah BBM Naik, Harga Cabai dan Telur Turun Tajam, Beras Justru Bikin Khawatir
-
Pertamax Naik, Pakar Mewanti-wanti Risiko Migrasi Massal ke Pertalite
-
Rupiah Kembali Melemah, Dolar AS Merangkak Naik ke Level Rp17.958
-
Harga Emas Turun Semua Hari Ini! Antam, Galeri 24 dan UBS 'Spesial Diskon'