Suara.com - Seorang penumpang pesawat diduga menjadi korban pemerasan pegawai Bandara Halu Oleo, Kendari. Aksi pemerasan itu terjadi ketika oknum pegawai bandara mengetahui ada penumpang yang tidak bisa melanjutkan penerbangan akibat belum vaksin lengkap dan booster.
Oknum pegawai bandara Halu Oleo itu pun langsung memanfaatkan ketidaktahuan calon penumpang agar tetap bisa melangsungkan penerbangan tapi dengan sejumlah imbalan berupa uang.
Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menepis kabar adanya pemerasan dari okum pegawai.
Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Mokhammaf Khusnu menjelaskan, penumpang yang diduga menjadi korban yaitu Riyan Iryawan yang akan melakukan penerbangan dari Bandara Halu Oleo, Kendari menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar pada Senin lalu.
"Dia gagal terbang akibat tidak memenuhi syarat penerbangan karena belum melakukan vaksin booster," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (25/11/2022).
Khusnu melanjutkan, pada saat pemeriksaan di Security Check Point, dokumen kesehatan yang ditunjukkan oleh penumpang kepada petugas Aviation Security (Avsec) tidak lengkap, yang bersangkutan baru melakukan vaksin dua kali.
Berdasarkan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 82 Tahun 2022, salah satu persyaratan perjalanan domestik menggunakan transportasi udara, yaitu mewajibkan vaksin dosis ketiga atau booster bagi Warga Negara Indonesia (WNI) berusia di atas 18 tahun.
"Petugas Avsec mengarahkan penumpang ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dihimbau untuk melakukan vaksin booster terlebih dahulu, dan tidak mempersulit atau melakukan tindakan pemerasan kepada penumpang, karena dokumen kesehatan tersebut merupakan kewenangan dari KKP," kata dia.
Khusnu memastikan, penumpang tersebut dapat melakukan penerbangan keesokan harinya setelah melakukan vaksin ke tiga atau booster, dan masalahnya dapat diselesaikan dengan baik.
Baca Juga: Indonesia Pimpin Pertemuan The 27th Aids to Navigation Fund Committee Meeting
"Ditjen Hubud melalui Kantor Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, akan menurunkan tim ke Bandara Halu Oleo Kendari, guna melakukan klarifikasi lebih lanjut di lapangan, untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK
-
Ketahanan Ekonomi Indonesia Raih Pengakuan Internasional di Tengah Ujian Geopolitik
-
IHSG Terus Menguat Bukti Reformasi Pasar Modal OJK Berbuah Manis
-
Reformasi OJK Sukses Tingkatkan Transparansi Pasar Modal Indonesia
-
Berlayar Sampai ke Pulau Sumbawa, Pertamina Pastikan Kompor Warga Tetap Menyala
-
Pertamina Sebaiknya Segera Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Awas Merugi
-
PT PGE dan PT PLN IP Sepakati Tarif Listrik, PLTP Lahendong Bottoming Unit Mulai Operasi 2028
-
Bukan KPR Biasa, Ini Rahasia Punya Properti dengan Biaya Terjangkau di BRI
-
Aturan Baru Purbaya, APBN Tanggung Cicilan Utang Kopdes Merah Putih