Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian PUPR Dirjen Perumahan bersiap untuk menyiapkan sejumlah lokasi alternatif pembangunan rumah untuk warga yang direlokasi dari lokasi terdampak bencana gempa di Cianjur.
Guna mendukung langkah ini, Pemkab Cianjur sudah diminta untuk menyiapkan alternatif lokasi agar Kementerian PUPR bisa menyiapkan hunian tahan gempa di lokasi baru tersebut.
“Kami berharap Pemkab Cianjur bisa segera menetapkan kawasan yang siap bangun sehingga bisa dibangun rumah tahan gempa untuk masyarakat,” kata Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto pada Jum’at (25/11/2022).
Berkaitan dengan lahan relokasi, kata dia, menjadi kewenangan dari pemda selaku otoritas wilayah sekaligus yang memahami wilayah yang dimaksud.
Kementerian PUPR juga akan melakukan koordinasi bersama BNPB dan BMKG untuk memeriksa lokasi baru yang menjadi titik relokasi warga terdampak bencana.
"Kami akan mengecek terlebih dahulu apakah lokasi tersebut aman dan layak untuk dibangun bangunan untuk hunian maupun infrastruktur dasar pendukung lainnya. Beberapa contoh pembangunan hunian pasca bencana ada di Palu, Sulawesi Tengah dan Lumajang, Jawa Timur sehingga masyarakat bisa segera memiliki hunian tetap dengan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA),” kata Iwan.
Kementerian PUPR diperkirakan akan segera membangun ribuan rumah untuk warga usai lokasi sudah ditentukan. Berkaitan dengan waktu pembangunan, diperkirakan memakan waktu kurang dari satu tahun.
Sebagai contoh, Kementerian PUPR memerlukan waktu 4 bulan untuk membangun 1.951 unit rumah usa Pemda menentukan lokasi relokasi.
Iwan menyebut, konsep pembangunan rumah yang akan diusung Kementerian PUPR yakni pembangunan yang lebih baik dari sebelumnya lantaran hunian ini diupayakan lebih tahan bencana.
Selain itu, kata dia, waktu pembangunan juga tidak bisa terlalu lama karena mempertimbangkan warga terdampak yang saat ini tinggal di tempat tinggal sementara yang kurang layak huni.
“Kami juga sudah melakukan survey dan identifikasi rumah masyarakat yang rusak dengan aplikasi Rumah Terdampak Bencana (Rutena) sehingga dapat diketahui kira-kira berapa rumah yang rusak ringan, sedang dan berat. Kami juga akan melihat alternatif lahan Pemda dan berkoordinasi dengan Lurah dan Camat setempat apakah lokasi yang disiapkan nanti bisa memungkinkan dibangun bangunan atau tidak,” ujar dia.
Berita Terkait
-
17 Sekolah di Sukabumi Rusak Dampak dari Gempa Bumi Cianjur
-
Nathalie Holscher Bagikan Permen Kepada Anak-Anak Korban Gempa Cianjur, Malah Kena Julid Warganet
-
Merinding Jasad Ibu dan Anak Ditemukan Berpelukan Tertimbun Longsor Gempa Cianjur, 5 Jenazah Dievakuasi
-
Kehebatan Anjing Pelacak K9 Polri, Kerap Diturunkan di Kejadian Bencana Alam, Begini Sejarahnya
-
Ga Mau Rugi! Kang Dedi Interogasi Haji Mumun Soal Bantuan Korban Gempa Cianjur: Jangan Hanya Ngabisin Bensin
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Harga Pertamax Turun?
-
IHSG Meroket 5 Persen: Transaksi Rp17 Triliun, Ini Saham-saham yang Diborong
-
Kunjungi Sekolah Rakyat Jabar II, Komisi V DPR Optimistis Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
-
Prajogo Pangestu Full Senyum, Saham TPIA Paling Diburu Investor Asing di Sesi I
-
IHSG Meroket 5%, Begini Nasib Saham-saham BUMN
-
Investor Berpesta! IHSG Naik 5 Persen, AMMN dan DEWA Meroket
-
AS-Iran Damai: Pasar Melesat, Harga Minyak Diprediksi Terus Turun ke Level 70 Dolar
-
Utang Luar Negeri Membengkak Tembus Rp7.784 Triliun, Pemerintah Fokus Biayai 3 Sektor Ini
-
Bapanas Ultimatum Pedagang Beras, Stok Tembus Rekor 5,3 Juta Ton: Jangan Mainkan Harga!
-
PIK2 Jadi Magnet Investor, PANI Bukukan Laba Rp578 Miliar dan Tebar Dividen