Suara.com - Perusahaan Holding BUMN di bidang Farmasi, Bio Farma meluncurkan produk alat tes antibody Covid-19 bernama FastBio-RBD 2019-nCoV Neutralizing Antibody Test & FastBio-RBD Fia Meter, Bio Farma juga meluncurkan alat pembawa vaksin (Vaccine Carrier) dengan nama VaccarBio. Kedua produk ini diluncurkan di Jakarta.
Peluncuran ini turut dihadiri oleh I.G.N Suharta Wijaya Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Bio Farma, Kepala Divisi Pemasaran Domestik Bio Farma Fitri Puspadewi, dan Kepala Divisi Penjualan Domestik dr. Mahsun Muhammadi.
FastBio-RBD merupakan kit diagnostik untuk mengetahui jumlah antibodi spesifik seseorang terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. Jadi dengan alat ini, masyarakat bisa mengetahui jumlah antibodi yang ada dalam tubuh bagi yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 maupun yang sudah terinfeksi secara alami.
Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan SDM Bio Farma I.G.N Suharta Wijaya mengatakan, Bio Farma sebagai induk Holding BUMN Farmasi, terus melakukan inovasi - inovasi yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah produk - produk yang diluncurkan pada hari ini (26/11), yaitu Fastbio-RBD 2019-nCoV Neutralizing Antibody Test & FastbioRBD Fia Meter serta electronic portable cooler dengan nama VaccarBio.
“Produk-produk ini merupakan bentuk kontribusi Bio Farma dalam kondisi pandemic COVID-19, terutama dalam pemetaan respon kekebalan masyarakat terhadap COVID-19 melalui FastBio dan menjaga suhu pengiriman vaksin tetap stabil untuk menjamin kualitasnya melalui Vaccarbio," pungkas Suharta.
FastBio-RBD menggunakan teknologi fluorescence immunoassay yang merupakan suatu teknik sederhana, cepat, dan sensitif yang digunakan untuk mengukur jumlah senyawa termasuk seperti obat-obatan, hormon, dan protein.
"Dengan ini, masyarakat dapat memantau jumlah antibody SARS-COV-2 dalam tubuh mereka untuk meningkatkan kehati-hatian dalam menjalani aktivitas sehari-hari," ungkap Kepala Divisi Penjualan Domestik Bio Farma dr. Mahsun Muhammadi.
Mahsun mengatakan, waktu yang tepat untuk menggunakan alat ini adalah, setelah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap atau setelah terpapar COVID-19.
“Waktu paling tepat untuk melakukan pengujian menggunakan alat ini adalah empat minggu setelah di vaksinasi atau enam bulan setelah vaksinasi terakhir," ungkapnya.
Baca Juga: Erick Thohir Dianugerahi Marga Batak, Jadikan Keberagaman Menjadi Kekuatan Indonesia
“Pengukuran dilakukan pertama dengan pengambilan sample darah untuk kemudian diukur menggunakan FastBio. Pelayanan ini akan tersedia di jejaring lab dan klinik Holding BUMN Farmasi, dan menyusul juga tersedia di lab swasta," tambah Mahsun.
Selain FastBio-RBD, pada saat yang bersamaan, Bio Farma juga meluncurkan produk lainnya, yaitu berupa Electronic portable cooler dengan nama VaccarBio, atau alat pembawa vaksin elektronik yang ringkas serta mudah untuk digunakan. Alat ini merupakan hasil kolaborasi antara Bio Farma dengan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, yang dibangun sejak tahun 2019 yang lalu.
Produk ini berguna untuk menjaga suhu pengiriman sampel vaksin agar tetap dalam rentang suhu yang dipersyaratkan (2-8 derajat Celcius) sehingga masih sesuai dengan syarat penggunaan produk. VaccarBio sangat tepat digunakan untuk daerah - daerah sulit terjangkau, seperti di daerah pedalaman di Indonesia.
Keunggulan produk ini, bisa menahan suhu lingkungan dengan rentang suhu antara minus 5 derajat celcius hingga 45 derajat celcius dan tahan karat, anti api dan bisa digunakan untuk diluar maupun dalam ruangan dan mampu bertahan selama tujuh jam.
“Vaccar Bio menjadi wadah / pembawa vaksin, yang sudah terstandarisasi dan lulus uji validasi oleh lab Bio Farma, dengan pengaturan suhu aktif, dalam jangka waktu yang lama. Dan VaccarBio ini, dapat menjawab tantangan geografis di Indonesia, dalam hal pendis tribusian vaksin," pungkas Mahsun.
Sehingga dengan demikian, VaccarBio bisa menjadi kekuatan dan harapan baru, dalam memberikan perlindungan ke seluruh wilayah Indonesia, dan menjadi komponen rantai dingin sejak dari Bio Farma, hingga di gunakan oleh masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?