Suara.com - PT. Krakatau Sarana Properti (KSP) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel Group baru saja melakukan transaksi bisnisnya dengan salah satu perusahaan lokal ternama yakni Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas.
Hal tersebut dituangkan oleh kedua belah pihak dalam acara Penandatanganan Akta Perjanjian Penggunaan Tanah Industri (PPTI) yang telah dilaksanakan pada hari Senin kemarin, (28/11/2022), di rooftop Diamond Hotel The Royale Krakatau Cilegon.
Penandatangan tersebut dilakukan untuk transaksi penjualan lahan tahan di Kawasan Industri Krakatau yang masih berada dalam pengelolaan unit bisnis PT. KSP dengan luas area 19 ha dan bernilai hampir 500 miIyar.
Acara Penandatanganan Akta Perjanjian Penggunaan Tanah Industri (PPTI) kemarin dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT. KSP Ridi Djajakusuma dan Direktur Keuangan Andi Yoshendi Djoko, serta turut disaksikan oleh Direksi PT.Krakarau Sarana Infrastruktur (KSI) Agus Nizar Vidiansyah dan Anton Firdaus. Sementara dari APP Sinar Mas diwakili oleh Suhendra Wiriadinata selaku Komisaris, Kurniawan Yuwono dan Deddy Djaja Ria selaku Direktur dari Sinar Mas Group.
"Alhamdulilah, proses signing PPTI berjalan dengan mulus. Apresiasi saya berikan kepada seluruh staff KSP yang terlibat. Ini merupakan sejarah dan langkah maju positif untuk kedua belah pihak. Kami sudah berhubungan selama 1 tahun dengan Sinar Mas dan pada akhirnya berjodoh juga. PT. KSP senang dan bangga ada investor lokal besar yang masuk ke kawasan industri Krakatau. Harapan ke depan, Sinar Mas Group juga masuk di kawasan komersial KSP dan ikut berpartisipasi membangun smart city di Cilegon," kata Ridi Djajakusuma, Direktur Utama PT. Krakatau Sarana Properti dalam keterangan resminya.
Rencananya APP Sinar Mas akan segera memulai project pembangunan pabrik di tahun 2023 sebagai pengembangan industri kimia bagi group Sinar Mas dalam rangka memenuhi dan melengkapi hilirisasi bisnis yang sudah dilakukan APP Sinar Mas.
Lebih lanjut PT.KSP saat ini sedang giat dalam mengembangkan ekspansi bisnisnya kedepan. Tidak hanya berkutat dalam pengelolaan kawasan industri saja, KSP juga akan melakukan berbagai terobosan lainnya seperti mengembangkan hunian komersial, membangun eco park Industrial untuk kawasan industri Krakatau, rencana pembelian lahan baru di luar Cilegon dan melakukan kerjasama dengan kawasan industri di wilayah ibukota baru Nusatara (IKN).
"KSP harus terus konsisten melakukan inovasi baik memaintance unit usahanya yang sudah ada maupun melakukan sesuatu yang out of the box, agar kawasan industri Krakatau yang kami kelola menjadi kawasan industri terdepan di Indonesia. Hadirnya APP Sinar Mas di Cilegon membuktikan pangsa pasar pemain lokal sama pentingnya dengan investor asing lainnya dan KSP selalu siap memberikan ruang untuk para pemain industri lokal yang ingin berinvestasi di kawasan industri Krakatau, semua fasilitas pendukung kami sangat lengkap, terintegrasi dan strategis," pungkas Ridi Djajakusuma.
Baca Juga: Penghitungan Nilai Perolehan Air Tak Lagi Pakai Aturan Lama, Ini Aturan Barunya
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai