Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih predikat tertinggi Platinum Rank, dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2022, yang diselenggarakan The National Center for Sustainability Reporting (NCSR). Penghargaan diterima SEVP Business Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi, dari Ketua NCSR Ali Darwin.
Predikat Platinum Rank ASRRAT 2022 merupakan kelima kalinya diraih Pupuk Kaltim, atas kinerja dan kontribusi perusahaan dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), melalui peningkatan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat sesuai prinsip Environment, Social dan Governance (ESG).
Diungkapkan Meizar Effendi, hal tersebut menjadi salah satu misi Pupuk Kaltim yang direfleksikan melalui kebijakan dan program strategis dengan beragam pengembangan secara berkesinambungan. Penghargaan ini pun menjadi bukti komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, yang secara konsisten terus diimplementasikan melalui berbagai pengembangan program serta inovasi setiap tahun.
"Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menjalankan aktivitas bisnis yang bertanggung jawab sesuai konsep keberlanjutan, dengan menitikberatkan pada aspek lingkungan, sosial ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Meizar.
Implementasi komitmen tersebut salah satunya dituangkan Pupuk Kaltim melalui laporan berkelanjutan, untuk mengukur capaian program pada berbagai aspek. Sehingga kontribusi perusahaan semakin memberikan dampak yang lebih signifikan, dengan evaluasi dan peningkatan secara menyeluruh.
Diantaranya program PKT Proaktif, yang diinisiasi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyikapi kondisi sosial di masyarakat. Program yang awalnya digagas untuk membantu penanggulangan pandemi Covid-19 ini, terus dikembangkan dengan menyasar seluruh aspek kehidupan. Mulai kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial kemasyarakat hingga pemberdayaan.
Dua tahun terakhir, PKT Proaktif terus menggencarkan realisasi program dengan memberikan dukungan dan kontribusi ke berbagai wilayah Indonesia. Baik berupa bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan UMKM serta pemulihan ekonomi masyarakat pasca pandemi.
“Pupuk Kaltim senantiasa mengedepankan prinsip ESG sebagai cerminan kinerja unggul perusahaa dalam menjaga keberlanjutan. Berbagai program yang dijalankan Pupuk Kaltim mencakup tiga pilar ekonomi, sosial dan lingkungan yang diselaraskan dengan indikator SDGs,” terang Meizar.
Pengelolaan lingkungan merupakan aspek utama yang menjadi perhatian serius Pupuk Kaltim. Peningkatan kinerja lingkungan juga dilaksanakan Pupuk Kaltim melalui kebijakan Life Cycle Assessment (LCA) yang mencakup lima aspek lingkungan, yakni efisiensi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, pengurangan pencemaran udara, 3R limbah B3, 3R limbah non B3, serta perlindungan keanekaragaman hayati.
Baca Juga: Optimalkan Pendayagunaan Zakat, UPZ Pupuk Kaltim Salurkan Beasiswa Cendekia Senilai Rp 1,2 Miliar
"Selain itu untuk mendukung transformasi hijau sesuai konsep ESG, Pupuk Kaltim juga menginisiasi berbagai program dalam mendorong dekarbonisasi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emission di tahun 2060," lanjut Meizar.
Hal ini dilaksanakan Pupuk Kaltim melalui penerapan ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan bahan baku dari bahan atau gas buangan produksi yang masih bisa digunakan. Sehingga dengan pemanfaatan gas buang, dapat mengurangi jejak karbon dari proses produksi. Selanjutnya Pupuk Kaltim juga mulai menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di area perkantoran untuk menekan emisi karbon di kawasan perusahaan.
Pupuk Kaltim juga menggagas program Community Forest, berupa aktivitas penanaman pohon dengan target 10 juta pohon hingga 2030. Program ini sudah terselenggara di berbagai daerah, seperti di Sukabumi Jawa Barat bekerjasama dengan Kostrad, Gorontalo serta Maratua Kalimantan Timur. Gagasan ini juga bagian komitmen Pupuk Kaltim untuk mencapai target pengurangan emisi karbon hingga 32,50 persen di tahun 2030.
“Pupuk Kaltim akan terus berkontribusi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat keberadaan perusahaan bagi masyarakat. Sehingga keseimbangan antara profit, people dan planet sebagai salah satu misi Pupuk Kaltim dapat berjalan lebih maksimal,” tambah Meizar.
Ketua NCSR Ali Darwin, mengungkapkan ASRRAT tahun ini mengangkat ekonomi sirkular sebagai tema utama yang bertajuk “Pathway to Circular Economy”. Hal ini dinilai sangat relevan dengan upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dimana pelaksanaan pembangunan berkelanjutan harus dikomunikasikan kepada publik melalui Laporan Keberlanjutan.
"Sejauh mana suatu entitas berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta pencapaian Kinerja ESG-nya, semuanya dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan keberlanjutan,” kata Ali.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sembako dan Kebutuhan Pokok untuk Korban Banjir di Tanah Laut
-
International Crypto Exchange (ICEx) Resmi Diluncurkan, Apa Saja Kewenangannya
-
PMSol Mantap Ekspansi Solusi Maritim Lewat Ekosistem Digital Terintegrasi
-
Di Balik Layanan PNM, Ada Kisah Insan yang Tumbuh Bersama Nasabah
-
PEP dan PHE Catatkan Produksi Minyak Naik 6,6% Sepanjang 2025
-
Gelontorkan Rp 335 Triliun, Pemerintah Jamin Program MBG Tak Terkendala Anggaran
-
RI Gandeng China Kembangkan Energi Terbarukan dan Pembangkit Listrik dari Gas
-
Bahlil: Ada Oknum Tekan Lewat Medsos Agar Pemerintah Beri Kuota Impor ke SPBU Swasta
-
Fokus dari Hulu, Kementerian PU Bangun Puluhan Sabo Dam di Aceh
-
Stok BBM Wilayah Timur RI Terjamin Usai RDMP Balikpapan Terintegrasi TBBM Tanjung Batu