Suara.com - Penerapan digitalisasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para pemangku kepentingan untuk menjalankan usahanya, terciptanya keamanan dalam bertransaksi serta mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan proses kegiatan di bidang pelayaran.
Di samping itu, pelayanan terhadap kapal mulai dari masuk pelabuhan, sandar, bongkar muat dan keluar dari pelabuhan dapat dengan mudah diproses dan diawasi. Digitalisasi merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan pelayanan, menjawab tantangan bisnis maritim secara global, mendukung kelestarian lingkungan melalui kegiatan operasional yang bersih dan efisien, dan pada akhirnya akan menciptakan sinergi di antara semua pemangku kepentingan di bidang pelayaran.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut Tahun 2022 yang mengusung tema “Layanan Digital Hadapi Tantangan Global”.
Namun demikian, lanjut Arif digitalisasi bukanlah proses yang berdiri sendiri, karena selain digitalisasi, beberapa hal penting lain yang harus terus dicermati dan menjadi isu penting di bidang lalu lintas dan angkutan laut antara lain mengenai tarif petikemas, standar layanan penumpang, pengelolaan kapal milik negara, kebijakan operasional kapal pesiar domestik, hingga kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
“Dengan layanan digital, akan tercipta transparansi di antara instansi pemerintah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan. Digitalisasi dan proses online juga harus mampu mengatasi persoalan nyata” kata Arif.
Untuk itu, Arif berharap agar dengan menerapkan proses digital pada layanan yang diberikan, semua prosedur administrasi di kantor maupun kegiatan teknis di lapangan, dapat menjadi lebih mudah, cepat, akurat, efisien dan tepat sasaran.
Sementara itu, Direktur Lalu Linas dan Angkutan Laut, Capt. Hendri Ginting mengatakan bahwa Rakornis Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Laut tahun 2022 diselenggarakan dengan tujuan untuk memelihara kesamaan perspektif, menjalin komunikasi yang efektif, menjaga kekompakan serta sinergitas antara petugas bidang lalu lintas dan angkutan laut di kantor pusat dengan penyelenggara pelabuhan di daerah.
Selain itu, lanjut Hendri, penyelenggaraan Rakornis ini juga dilatarbelakangi oleh rasa tanggung jawab petugas bidang lalu lintas dan angkutan laut yang besar di wilayah perairan NKRI dengan beragam latar belakang, tingkat sosial ekonomi, dan kondisi geografis wilayah kerja, disertai perubahan dan pengembangan sistem informasi, sehingga kerap menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda terhadap penerapan peraturan perundang-undangan, pelaksanaan tugas ataupun program kerja yang telah ditetapkan.
Untuk itu, Hendri meminta agar para peserta Rakornis dapat berdiskusi dan bertukar pikiran serta menginventarisasi persoalan-persoalan yang mengemuka di wilayah masing-masing untuk dikoordinasikan dalam upaya mendapatkan solusi.
Baca Juga: Gelar Kampanye Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Bagikan Life Jacket dan Pas Kecil Gratis di Kupang
Hendri berharap seluruh hasil pembahasan terhadap materi yang dilakukan dalam Rakornis ini, dapat benar-benar diimplementasikan dan ditindaklanjuti sebaik-baiknya oleh semua pihak terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah untuk mewujudkan pelayanan transportasi laut yang berkualitas sebagaimana harapan kita bersama.
Pada kegiatan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berkesempatan memberikan arahan kepada kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut.
Adapun yang menjadi perhatian dalam arahan Menhub adalah pentingnya peran transportasi laut dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia dan tentunya untuk itu, Kementerian Perhubungan harus mampu mewujudkan konektivitas nasional, kinerja pelayanan dan keselamatan transportasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen
-
Investor Patriot Bond dan Merah Putih Bond Dapat Perlindungan Hukum Khusus dari Danantara
-
Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
-
Harga Emas Pegadaian: Antam Detaki Rp2,8 Juta per Gram, Disusul UBS dan Galeri24
-
Perundingan Damai AS-Iran Alot, Harga Minyak Dunia Naik Kembali ke USD80
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan