- UMKM Jarihitam Ecoprint di Jawa Barat berhasil ekspor produk alam ke Eropa dan Rusia sejak 2018.
- Asta Nusa Warna rutin ekspor minyak nilam ke Amerika Serikat sebagai bahan baku penting industri farmasi.
- Keberhasilan UMKM ini didukung pendampingan, menunjukkan produk alam lokal mampu menciptakan dampak ekonomi luas.
Suara.com - Bermodal dedaunan dan ranting di sekitar rumah, UMKM asal Jawa Barat membuktikan produk berbasis alam mampu menembus pasar ekspor.
Salah satunya Jarihitam Ecoprint, usaha yang dirintis Irfan Kristiyanto sejak 2018 dan kini produknya dipasarkan hingga Eropa dan Rusia.
Melalui teknik ecoprint, Irfan mengolah bahan alam menjadi kain, pakaian, tas, sepatu, hingga produk home decor bercorak unik. Dengan modal awal sekitar Rp 25 juta, ia bereksperimen selama berbulan-bulan hingga menemukan formula yang tepat.
"Saya berpikir ini sangat menarik sekali, karena bahan bakunya dari lingkungan, semuanya ada di sekitar kita. Dan isunya sangat seksi, sampai kapan pun ecoprint tidak akan pernah mati," ujar Irfan seperti dikutip Minggu (21/12/2025).
Langkah ekspor Jarihitam dimulai saat mengikuti misi dagang Disperindag Jawa Barat. Belgia menjadi negara tujuan pertama, disusul Perancis, Jerman, Selandia Baru, hingga Rusia yang kini menjadi mitra ekspor terpanjang pada 2024–2025.
Menariknya, Irfan tidak membangun pabrik besar. Ia justru melibatkan komunitas sekitar sebagai bagian dari rantai produksi, mulai dari penjahit hingga penyedia bahan baku. "Berapa pun order yang masuk, saya siap," katanya.
Selain Jarihitam, UMKM berbasis minyak atsiri Asta Nusa Warna juga menjadi contoh UMKM yang berhasil menembus pasar global.
Usaha yang telah berjalan lebih dari dua dekade ini rutin mengekspor minyak nilam ke Amerika Serikat sebagai bahan baku parfum dan farmasi.
"Nilam ini unsur utama minyak parfum dunia. Sekitar 85 persen pasokan berasal dari Indonesia," kata Founder Asta Nusa Warna, Jejen Ahmar Jaenun.
Baca Juga: OJK Bentuk Direktorat Perbankan Digital Mulai Tahun 2026, Apa Tugasnya?
Asta Nusa Warna kemudian mengembangkan produk hilir melalui brand KALDO, yang memasarkan essential oil, diffuser, hingga parfum ke jaringan hotel. Meski skala produksi masih terbatas, produk berbasis alam ini mulai membangun pasar secara berkelanjutan.
Keberhasilan UMKM tersebut turut didukung pendampingan Jasa Raharja bersama Koperasi Pemasaran Tlatah Nusantara Raya. Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S Adji, menilai UMKM memiliki dampak ekonomi berantai yang luas.
"Penilaian terhadap UMKM tidak cukup hanya melihat omzet. Jauh lebih penting dari itu adalah bagaimana pergerakan usaha tersebut menghidupkan ekosistem di sekitarnya," pungkasinta
Dari daun hingga minyak atsiri, kisah UMKM ini menunjukkan bahwa produk sederhana berbasis alam mampu memiliki nilai tambah tinggi dan menjadi kekuatan ekspor Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
-
AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!
-
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional