Suara.com - Buronan internasional yang merupakan pendiri Terraform Labs, Do Kwon, dikabarkan tengah berada di Serbia usai sebelumnya terdeteksi berada di Singapura.
Do Kwon jadi salah satu buronan utama Pemerinta Korea Selatan terkait kasus keruntuhan kripto stablecoin Terra LUNA.
"Belum lama ini, kami mendapatkan informasi dari inteljen terkait keberadaan CEO Kwon di Serbia," kata salah seorang pejabat dikutip dari Chosun Media.
Laporan itu juga mengatakan, Kemenkeu Korea Selatan tengah mengupayakan kerja sama dengan Serbia agar memudahkan penyelidikan Do Kwon.
Do Kwon dilaporkan menghilang atau kabur usai stablecoin Terra LUNA yang ia dirikan runtuh. Dampaknya, ribuan investor di seluruh dunia jatuh miskin akibat ulahnya.
Anjloknya harga Terra LUNA juga berdampak pada pasar kripto secara keseluruhan hingga membuat pemulihan aset tersebut semakin sulit dilakukan. Kepercayaan publik terhadap kripto juga menurun pasca peristiwa ini.
Sebelumnya, Do Kwon dilaporkan berada di Singapura pada April lalu. Tidak lama setelah surat penangkapan Do Kwon dirilis, Do Kwon lantas dikabarkan kabur menuju Dubai untuk transit ke tujuan yang tidak diketahui.
Do Kwon resmi jadi buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 26 September. Namun, hingga 11 Desember 2022 belum ada nama Do Kwon di basis data Red Notice Interpol.
Do Kwon juga tidak merespon saat Kementerian Luar Negeri Korsel meminta pria 31 tahun itu untuk menyerahkan paspornya kepada negara.
Baca Juga: Pasar Kripto Melonjak di Piala Dunia 2022, Koin Messi Merosot, Koin Ronaldo Meroket
Sementara, Korsel tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Serbia yang membuat penangkapan Do Kwon menjadi lebih sulit.
Berita Terkait
-
3 Koin Mata Uang Kripto Mampu Memberikan Solusi bagi Permasalahan Dunia
-
Dapat Izin Bappebti, Layanan Pertukaran Aset Kripto Bittime Mulai Beroperasi di Indonesia
-
4 Fakta Bahwa Kripto Bukan Sebagai Sumber Kerusakan Lingkungan
-
5 Kemajuan Teknologi Kripto yang Muncul pada Tahun 2023
-
Pasar Kripto Melonjak di Piala Dunia 2022, Koin Messi Merosot, Koin Ronaldo Meroket
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
Produsen Mie Sedaap Bantah Ada PHK Jelang Lebaran 2026
-
Toko Perhiasan Impor Kadali Pemerintah Lewat 'Barang Spanyol', Negara Tekor Triliunan Rupiah
-
PPRO Lepas Gembok, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bareng SE THR Pekerja