Suara.com - PT Visionet Truemoney atau OVO mengklarifikasi kabar bahwa karyawan perusahaan tersebut melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Melalui keterangan resminya, perusahaan penyedia layanan pembayaran itu menjelaskan bahwa Rajen Indrajana Sofiandi bukan karyawan dari OVO.
"Menanggapi pemberitaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh Sdr Rajen Indrajana Sofiandi, dengan ini kami tegaskan bahwa yang bersangkutan sudah tidak bekerja di OVO sejak 2019," tulis keterangan resmi OVO dikutip pada Selasa (20/12/2022).
Selain itu, OVO juga mengecam dan tidak memberi toleransi segala bentuk kekerasan dalam bentuk apapun, baik di dalam maupun lingkungan kerja.
Sebelumnya, medsos ramai dengan adanya sebuah video kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang belakangan diduga identitas pelaku adalah Raden Indrajana Sofiandi.
Akun @ikeyyuuuu mengungkapkan, pria tersebut melakukan KDRT dengan korban anak dan mantan istrinya.
Kasus KDRT ini lantas menyeret sejumlah nama perusahaan yang menjadi tempat kerja dari pria tersebut, seperti OVO atau PT Visionet Truemoney dan Lazada.
Dalam penelusuran Redaksi Suara.com, yang berkaitan pernah bekerja sebagai Risk, Compliance, and AML CFT Specialist at OVO (PT Visionet International) pada tahun Juli 2018 sampai Juli 2019.
Terduga pelaku memiliki riwayat pekerjaan di sejumlah perusahaan rintisan. Bahkan, ia juga sempat bekerja sebagai Chief Risk Officer PT Bank Neo Commerce Tbk dari Juni 2021 hingga Oktober 2021. Pernah juga menjadi Head of Bussiness Risk and Compliance di Lazada pada tahun Juli 2019 sampai Juni 2021.
Baca Juga: Tega, Seorang Ayah Aniaya Istri dan Anak Kandungnya Yang Di Bawah Umur
Berdasarkan data terkini dari LinkedIn pria tersebut, ia mengaku masih menjabat sebagai Head Of Compliance, Risk, and Legal di TrueMoney Indonesia.
Sebelumnya, sebuah video viral di media sosial lantaran memperlihatkan seorang pria yang melakukan kekerasan pada seorang anak. Pria yang diduga ayah dari korban tersebut belakangan dituduh kerap melakukan kekerasan.
Pria yang saat ini diduga besar adalah Raden Indrajana Sofiandi juga dituduh kerap melakukan kekerasan ke istrinya sendiri. Video tersebut lantas viral di media sosial.
Berita Terkait
-
Heboh Video Eks Petinggi OVO Siksa Anak, Young Lex Sampai Nirina Zubir Ikut Emosi
-
Viral Video Pria Pukuli Anak Kecil, Pernah Jadi Karyawan OVO dan Lazada
-
Diisukan Cerai! Bisnis Syahrini Malah Bangkrut, 2 Cabang Usahanya Tutup Padahal Sempat Viral
-
Ayah Pelaku KDRT yang Pukul Anak Punya Karir Mentereng
-
Tega, Seorang Ayah Aniaya Istri dan Anak Kandungnya Yang Di Bawah Umur
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
DPR Soroti PSN 1 Juta Hektare, Begini Katanya
-
PLN Sedang Selidiki Penyebab Mati Lampu di Sumatra Bagian Utara
-
GMFI Kejar Laba Bersih 35,1 Juta Dolar AS di 2026, Begini Strateginya
-
Kementerian PU Butuh Rp30 Triliun untuk Bereskan 136 Perlintasan Sebidang
-
BI Minta Publik Tak Borong Dolar, saat Masyarakat Ramai-ramai Timbun Valas di Bank
-
Sumatra Gelap Gulita, Ini Penjelasan PLN
-
Menteri PU Akui Pembangunan Sekolah Rakyat Telat dari Target
-
Saatnya Wujudkan Rumah, Mobil & Liburan Impian Anda lewat BRI Consumer Expo Jakarta 2026
-
Purbaya Klaim BUMN Ekspor PT DSI Akan Diawasi Kemenkeu dan K/L Lain Demi Cegah Monopoli
-
Airlangga Bantah IHSG Jeblok Gegara Pemerintah Bentuk BUMN Ekspor PT DSI