Suara.com - Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pihaknya saat ini masih menjajaki merger PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.
"Salah satu yang lagi kita jajaki," kata Erick saat disinggung perihal merger tersebut.
Namun demikian, eks Presiden Inter Milan ini menegaskan, merger bukan jadi alasan pengurangan jumlah karyawan di BUMN tersebut.
"Kalau ada isu merger pengurangan pegawai, belum tentu, orang sekarang nambah pegawai terus. Kita hanya mau memastikan ngapain sesama BUMN kanibal dan juga ngapain itu membunuh sektor yang sebenarnya private sektor sudah ada dan UMKM ada," ujar Erick Thohir, Senin (2/1/2022) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Erick menjelaskan, bakal banyak BUMN yang akan dimerger setelah sebelumnya pemerintah membubarkan BUMN bermasalah.
Salah satu yang disampaikan Menteri BUMN bakal merger adalah Perum Damri dan PPD. Kedua BUMN itu diketahui memiliki lini bisnis yang sama.
"Kebanyakan kayaknya di tahun-tahun ke depan lebih banyak merger, kemarin kan PPD sama Damri, kita merger. Kenapa, kalau yang industrinya mirip ngapain punya 2 BUMN gitu aja lah," kata dia.
Berita Terkait
-
Erick Senang Saham Garuda Kembali Diperdagangkan Setelah 16 Bulan Dihentikan
-
Komentari Soal Harga Pertamax Turun, Yusuf Dumdum: Sudah Biasa, yang Penting Stok Aman
-
Pemerintah Jaga Harga Pertamax Masih Tetap, Walau Sempat Akan Dinaikan!
-
Diperintah Bocah Empat SD Minta Tambahan Liburan ke Khofifah, Ganjar Pranowo Skakmat!
-
Pemerintah Kucurkan Duit Rp10 Triliun Agar Harga Pertamax Tidak Naik Tahun Lalu
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional
-
OJK Blokir 127 Ribu Rekening Terkait Scam Senilai Rp9 Triliun
-
Bulog Gempur Aceh dengan Tambahan 50.000 Ton Beras: Amankan Pasokan Pasca-Bencana dan Sambut Ramadan
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK