Suara.com - Showroom Tesla digeruduk ratusan pemilik mobil tersebut usai sang pendiri, Elon Musk memutuskan untuk mengadakan diskon atau potongan harga untuk pembelian mobil terbaru.
Ratusan konsumen asal China yang kebanyakan merupakan pemilik mobil Model Y dan Model 3 itu menuntut Tesla untuk memberikan bonus ekstra. Mereka beralasan, harga purna jual mobil Tesla yang mereka beli sangat jauh anjlok dibanding saat beli.
Peristiwa ini juga viral di media sosial, sejumlah video memperlihatkan ratusan orang melakukan protes di beberapa cabang Tesla di China.
Reuters mewartakan, protes tersebut salah satunya terjadi di Chengdu. Namun, belum dapat dikonfirmasi kebenaran dan waktu peristiwa itu terjadi.
Tidak hanya di satu lokasi saja, video lainnya mengklaim, aksi serupa terjadi di outlet cabang Xiaoshan. Meski demikian, kebenaran dari video tersebut juga belum dapat dipertanggungjawabkan.
Berita Terkait
-
Akun Youtube PKS TV Diretas, Rubah Nama Jadi Tesla Inc, Unggah Video Elon Musk dan Promosi Kripto
-
Pertama dalam Sejarah! Elon Musk Orang Pertama Kehilangan Rp 3.109 Triliun
-
FSD Tesla Diduga Menjadi Penyebab Laka Lantas Beruntun di Amerika Serikat
-
Elon Musk Bakal Mundur dari CEO Twitter, Alasannya Demi Tesla
-
Elon Musk Mendadak Jual Triliunan Saham Tesla, Mau Borong Bitcoin dan DOGE?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Strategi Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Pensiunan
-
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia
-
Pemerintah Umumkan Jadwal WFA Periode Ramadan-Lebaran, Berlaku buat ASN dan Swasta