Suara.com - Sitta Romadona harus menelan pil pahit usai mimpinya memiliki hunian apartemen pupus. Hal tersebut terjadi setelah PT Bakrie Pangripta Loka (BPL) diduga menjual unit apartemen bodong di apartemen Sentra Timur.
Sitta bersama puluhan massa mengatasnamakan Barisan Rakyat Indonesia (BARIS) menuntut agar PT BPL segera bertanggung jawab dengan mengembalikan seluruh uang Rossita Romadona karena unit apartemen yang dijanjikan tidak pernah ada.
“Apa yang dilakukan PT Bakrie Pangripta Loka sangat tidak terpuji dengan mempermainkan nasib seorang Guru. Bagaimana mungkin uang sudah diterima ternyata pembangunan tidak pernah terjadi,” ujar koordinator lapangan Putra Nainggolan saat orasi di Bakrie Tower Jakarta dikutip Koma.id Jumat (20/1/2023).
Putra menjelaskan bahwa Sitta sudah menyetorkan uang sebanyak Rp398 juta kepada pihak pengembang dari harga yang dijual berkisar Rp500 jutaan. Namun hingga kini Sitta belum mendapatkan unit yang dibelinya tersebut.
"Padahal transaksi sudah terjadi dari tahun 2019 lalu hingga tahun 2023 belum ada pembangunan unit seperti yang dijanjikan PT BPL," katanya.
Selain itu juga diketahui bahwa Direktur PT Bakrie Pangripta Loka, Dicky Setiawan sedang menjalankan proses pemeriksaan sebagai terlapor dalam dugaan tindak pidana Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
“Tak hanya sampai di situ, diketahui juga Perum Perumnas dirugikan oleh PT Bakrie Pangripta Loka berkisar Rp. 83.000.000.000,00 (Delapan Puluh Tiga Miliar Rupiah) berdasarkan audit laporan keuangan Perum Perumnas,” kata Putra.
Puluhan massa ini selain berunjuk rasa di Bakrie Tower juga berunjuk rasa di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka berpendapat, ada dugaan gratifikasi atas perizinan dan kerjasa sama antar Perum Perumnas dan PT BPL terkait pembangunan Apartemen Sentra Timur Cakung.
Untuk perlu diketahui, Sitta Romadona pernah membeli Apartemen Sentra Timur, Tower Jade, Nomor Unit J1017L dengan tipe unit 2BR seluas 36 m2 dari PT Bakrie Pangripta Loka selaku Pengembang yang bekerja sama dengan pihak Perum Perumnas pada tahun 2019, berdasarkan Surat Pesanan Unit J1017L Apartemen Sentra Timur Residence tertanggal 22 November 2019.
Baca Juga: Bisnis Properti Bakal Meroket Tahun 2023 Berkat Proyek Pemerintah Jokowi
Kemudian pada 13 Desember 2019 Sitta Romadona dan PT Bakrie Pangripta Loka sepakat saling mengikatkan diri berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Atas Satuan Apartemen Sentra Timur Residence.
Sitta Romadona sepakat untuk membeli Unit Apartemen pada PT Bakrie Pangripta Loka secara tunai bertahap dengan harga yang disepakati adalah Rp. 583.200.000,00 (Lima Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Dua Ratus RIbu Rupiah.
Selanjutnya PT Bakrie Pangripta Loka berjanji akan menyelesaikan pembangunan Unit Apartemen 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal penandatanganan Surat Pesanan, tanggal selesai pembangunan yaitu pada tanggal 22 November 2022.
Kemudian diterangkan pula PT Bakrie Pangripta Loka sepakat untuk menyerahkan fisik Unit Apartemen kepada Ibu Sitta Romadona paling lambat 180 hari kerja terhitung tanggal selesai pembangunan.
Setelah Sitta Romadona sudah melakukan pembayaran booking fee pada tanggal 22 November 2019 serta melakukan angsuran dari bulan Desember 2019 sampai dengan bulan Desember 2021 dengan total uang sebesar Rp 398.216.250,00 (Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan Juta Dua Ratus Enam Belas Ribu Dua Ratus Lima Puluh Rupiah) sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Apartemen.
“Anehnya tiba-tiba pada tanggal 17 Desember 2021, Sitta Romadona mendapatkan surat dari PT Bakrie Pangripta Loka selaku Developer yang memberitahukan bahwa belum ada kegiatan pekerjaan pembangunan pada Unit Apartemen sama sekali,” kata Putra.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Purbaya Ajak Investor Negara Islam Kembangkan Industri Halal di Indonesia
-
TikTok Donasi 200 Ribu Dolar AS untuk Sektor Pangan RI
-
Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?
-
Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala
-
B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan
-
Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50
-
Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?
-
Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS
-
MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat
-
Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini