“Jadi waktu itu saya booking dulu Rp1 juta buat ambil slot, trus saya bayar total Rp 31,5 juta ditambah uang booking tadi. Kalau untuk cicilannya per bulan sekitar Rp 1,2 juta dengan bunga 0,4 persen selama 5 tahun, setelah itu mengikuti suku bunga sampai selesai selama total 15 tahun cicilan,” terang Mudji.
Sebagai informasi, perumahan Mutiara Puri Harmoni, Rajeg, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu residensial yang menawarkan rumah bersubsidi dibawah pembiayaan KPR bank BTN yang nyaman dan strategis.
Terlebih lokasi rumah subsidi ini di jalan utama Rajeg dan dekat dengan fasilitas publik serta infrastruktur pendukung.
Perumah KPR bersubsidi Mutiara Puri Harmoni ini tersedia dengan tipe 28, dengan luas lahan 60 meter persegi dengan fasilitas 2 kamar tidur, satu kamar mandi dan satu garasi parkir kendaraan.
Target BTN
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau Bank BTN sebelumnya menargetkan penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sepanjang tahun 2023 sekitar 182.250 unit senilai Rp27,337 triliun. Target tersebut diasumsikan dengan harga rumah sekitar Rp150 juta per unitnya.
Hal itu disampaikan langsung oleh Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar usai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama KPR Sejahtera FLPP dan Pembiayaan Tapera Tahun 2023 dengan Bank Penyalur di Jakarta, Rabu (28/12/2022) lalu.
“Kami optimistis dapat mencapai target penyaluran pembiayaan untuk KPR subsidi tersebut seiring dengan masih tingginya permintaan rumah khususnya bagi rumah subsidi di Indonesia,” ucap Hirwandi Gafar.
Dari jumlah target Bank BTN tersebut kata Hirwandi, KPR FLPP masih mendominasi sebanyak 176.000 unit atau sekitar 80 persen dari kuota FLPP pemerintah yang sebanyak 220.000 unit pada 2023.
Baca Juga: BTN Gandeng Gramedia Permudah Karyawan Miliki Rumah
Sedangkan untuk pembiayaan Tapera diharapkan bisa mencapai 6.250 unit atau sekitar 62,5 persen dari target penyaluran KPR Tapera sebanyak 10.000 unit.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah dan BP Tapera atas kerja sama yang terjalin dengan baik selama ini dalam rangka menyediakan hunian subsidi yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah melalui KPR Sejahtera FLPP dan Pembiayaan Perumahan Tapera,” jelas Hirwandi. [Suara.com/Wawan Kurniawan]
Berita Terkait
-
Target BTN Salurkan 182.250 Unit Rumah KPR Bersubsidi Sepanjang 2023
-
Selama 2023 Masyarakat Berpenghasilan Rendah Bisa Beli Rumah KPR Bersubsidi BTN
-
BTN Solusi Karyawan Gramedia Punya Rumah dengan KPR
-
BTN Gandeng Gramedia Permudah Karyawan Miliki Rumah
-
Dukung Zero Backlog Perumahan di 2045, Ini 6 Langkah Strategis Usulan Bank BTN
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
DJP Ungkap Kasus Faktur Pajak Fiktif, Rugikan Negara Rp 170 Miliar
-
Perlancar Distribusi Bantuan, Kementerian PU Buka Fungsional Tol SigliBanda Aceh 24 Jam
-
IHSG Gagal Tembus Level 9.000, Investor Panik Langsung Buru-buru Lego Saham
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Aturan Purbaya soal Kripto Dinilai Bikin Industri Makin Transparan
-
Rupiah Makin Ambruk Hingga ke Level Rp 16.855
-
8 Ide Usaha Menjanjikan di Desa dengan Modal Kecil yang Menguntungkan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
Harga Beras SPHP Akan Dipatok Sama Rp 12.500/Liter di Seluruh Wilayah RI
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?