Suara.com - Eceng gondok memiliki nilai jual yang cukup tinggi, karena dapat menjadi produk kreatif yang unik dan laris dipasaran. Maka itu, Sandiuno Fans Club menjadikan eceng gondok sebagai salah satu alternatif penghasilan tambahan keluarga dan menumbuhkan wirausaha baru.
Ketua Sandiuno Fans Club Purwakarta, Pepta Triansyah mengatakan eceng gondok sebagai tanaman penggangu, namun dengan perkembangan zaman memiliki nilai jual yang tinggi jika diolah secara benar. Sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru seluas-luasnya bagi bangsa Indonesia.
"Eceng gondok merupakan wabah yang menggangu bagi perikanan, sehingga kami mengambil kesimpulan untuk mengadakan pelatihan. Ternyata eceng gondok ini setelah dikelola, diteliti, dan dimanfaatkan serta dikerjakan oleh orang-orang kreatif bisa menghasilkan nilai tambah secara inside dapat menyerap lapangan kerja," kata Pepta di Gedung Creative Center Purwakarta, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jumat (17/2/2023).
Pepta menjelaskan Sandiaga Uno mendorong ekonomi kreatif untuk bangkit. Hal ini dibuktikan dari program-program nyata yang diupayakan.
Menurutnya pelatihan ini akan ditindaklanjuti pada pendamping dalam memasarkan produk UMKM Purwakarta agar lebih meluas.
"Mas Menteri Sandiaga Uno sangat mendorong ekonomi kreatif, ini terbukti yang kita lakukan hari ini untuk menciptakan lapangan kerja dan perekonomian keluarga di daerah tersebut. Sandiuno Fans Club pun memberikan langkah-langkah strategis kedepannya program pendampingan untuk memasarkan produk secara luas," jelas Pepta.
Antusias peserta pelatihan Kabupaten Purwakarta dapat memberikan contoh bagi masyarakat daerah lainnya. Sebab mereka menginginkan Indonesia maju dari sektor UMKM.
Sementara itu, salah seorang peserta pelatihan Herni, 20, mengatakan pelatihan yang diikutinya memberikan wawasan kepada pengusaha muda. Ia pun menyampaikan setelah ini, dapat mengembangkan produksi usahanya dari bahan kulit sapi menjadi eceng gondok.
"Mengikuti pelatihan ini untuk menambah wawasan tentunya mendapatkan ilmu yang lebih banyak, karena saya mempunyai usaha sepatu dan sendal dari bahan kulit sapi, jadi eceng gondok dapat dibudidayakan suatu produk yang unggulan dan berkualitas," imbuh Herni.
Pada pelatihan ini para peserta mengucapkan terima kasih kepada Sandiaga Uno dan Sandiuno Fans Club telah menyelenggarakan program bermanfaat, khususnya untuk pengusaha muda agar terus berinovasi untuk membantu perekonomian Indonesia.
Kegiatan ini turut didukung oleh DPD RSI Purwakarta dan juga DPN Rumah SandiUno Indonesia, mereka menilai program Sandiaga Uno membuka lapangan kerja di sektor UMKM akan semakin terbuka lebar sehingga target penciptaan 4,4 juta lapangan kerja di 2024 bisa dicapai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri