Suara.com - Meningkatnya potensi dan minat investasi di pasar modal Indonesia, membuat berbagai upaya dilakukan untuk semakin mengenalkan inklusi keuangan dan instrumen sektor keuangan yang berkelanjutan.
Berdasarkan data yang dirilis UMKM Indonesia, sektor UMKM termasuk warung eceran tradisional, telah berkontribusi dan menyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) rata-rata sekitar 57,8% per tahun atau sekitar Rp 8.000 triliun.
Berdasarkan jenisnya, warung eceran tradisional menjadi retail yang paling banyak di Indonesia yakni sebanyak 3,61 juta toko di akhir tahun 2021. Hal ini yang dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan memanfaatkan jaringan ritel warung tradisional, usaha mikro, kecil dan Menengah (UMKM) serta pelaku usaha skala masyarakat yang tergabung dalam 100.000 posko pangan.
Bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Bursa Efek Indonesia meluncurkan program penyebaran informasi pentingnya inklusi keuangan dan pasar modal yang dinamakan Duta Literasi SAHARA (Sahabat Usaha Rakyat). Upaya kongkrit ini sebagai bagian dari perluasan minat investasi pasar modal di seluruh wilayah posko pangan yang tersebar hingga ke pelosok daerah.
Di bawah koordinasi KADIN Indonesia, program Duta Literasi SAHARA ini merupakan program lanjutan dari Nota Kesepahaman antara BEI dengan KADIN Indonesia, yang merupakan ruang lingkup edukasi, sosialisasi dan pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan serta keterampilan di bidang pasar modal.
“Duta Literasi SAHARA ini dapat membina sekaligus memperkuat warung tradisional, toko eceran, serta UMKM di wilayahnya. Nantinya, satu orang Duta Literasi SAHARA akan mengelola 2 kelurahan. Dengan masing masing kelurahan terdapat 35 hingga 50 Warung SAHARA,” ujar Sharmila Yahya, Ketua Komite Tetap Kewirausahaan KADIN Indonesia.
Sharmila, yang ditunjuk sebagai penanggungjawab program Duta Literasi SAHARA ini, juga menegaskan bahwa masyarakat berhak untuk turut serta mengembangkan program penguatan usaha melalui literasi SAHARA, disertai dengan edukasi keuangan dan investasi di pasar modal.
“Fokus Duta Literasi SAHARA ini mengajak masyarakat sekitar untuk mengenalkan dan memotivasi dalam edukasi keuangan dan investasi di pasar modal untuk masa depan,” tegas pendiri SAHARA sekaligus Ketua Umum Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) ini.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menegaskan bahwa Duta Literasi SAHARA akan memberikan edukasi kepada kurang lebih 100.000 pelaku usaha mikro dan kecil yang tergabung dalam posko pangan sebagai agen literasi dan edukasi.
Baca Juga: BUMN Jasa Survey Kerja Sama dengan BEI Bentuk Perdagangan Karbon di Indonesia
“BEI mengajak ratusan ribu pelaku usaha posko pangan SAHARA untuk mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diadakan bersama Kantor Perwakilan (KP) BEI di wilayah masing-masing. Nantinya Duta Literasi SAHARA yang dipilih oleh KADIN ini akan mendapatkan pelatihan khusus tentang investasi dan pasar modal,” tegas Iman.
Duta Literasi SAHARA yang diinisiasi KADIN dan BEI ini merupakan tindak lanjut kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tentang kemitraan multi pihak yang bertujuan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui pembentukan posko pangan di setiap kelurahan untuk memperkuat warung tradisional, toko eceran serta UMKM di seluruh wilayah di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Waspada! Modus Phishing hingga Social Engineering Masih Intai Nasabah Bank
-
Pemerintah Klaim Harga Pangan Masih Stabil Jelang Imlek dan Ramadan
-
BUMN Kerahkan Produk Unggulan untuk Pemulihan Pascabencana Banjir Sumatera
-
Ubah Indentitas, Mayoritas Bisnis PIPA akan Lebih Condong ke Migas
-
Pastikan Harga Rumah Subsidi Tak Melejit, Menteri PKP: Program Gentengisasi Masih Dikaji!
-
Tok! Pemerintah Gratiskan PPN 100 Persen untuk Tiket Pesawat Lebaran 2026, Cek Syaratnya
-
DJP Endus Pengemplang Pajak di Sektor Baja dan Hebel
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Layanan Perbankan Kini Bisa Diakses Lewat Smartwatch
-
11 Juta PBI BPJS Kesehatan Mendadak Nonaktif, Bagaimana Dana Jaminan Sosial Dikelola?