Bisnis / Keuangan
Selasa, 12 Mei 2026 | 15:03 WIB
Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 5 persen pada semester I 2026. [Antara]
Baca 10 detik
  • Permata Institute for Economic Research (PIER) memproyeksikan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 5 persen pada semester I 2026.
  • Keputusan tersebut diambil untuk merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang telah terdepresiasi lebih dari 4 persen terhadap dolar AS.
  • Terdapat tiga faktor utama penentu kebijakan BI, yakni inflasi domestik, defisit neraca transaksi berjalan, serta arah kebijakan suku bunga Amerika.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) berpeluang menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate ke level 5 persen pada semester I 2026 di tengah terus melemahnya nilai tukar rupiah, demikian disampaikan Permata Institute for Economic Research (PIER), lembaga riset ekonomi di bawah Permata Bank.

Saat ini BI-Rate dipertahankan di level 4,75 persen. Sementara nilai tukar rupiah pada Selasa sudah mencapai level paling lemah, yakni di Rp17.500 per dolar AS.

"Kita telah melakukan revisi bahwa di tahun 2026 ini kemungkinan ruang kenaikan BI Rate itu ada. Jadi kita proyeksi kemungkinan akan ada kenaikan 25 persen (basis) poin di semester pertama,” kata Head of Macroeconomics and Market Research Permata Bank Faisal Rachman dalam acara PIER Economic Review Kuartal I 2026 yang digelar secara virtual di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Faisal menerangkan peluang kenaikan suku bunga acuan muncul seiring pelemahan nilai tukar rupiah yang hingga saat ini telah terdepresiasi lebih dari 4 persen. Berdasarkan data terakhir pukul 13.52 WIB, nilai tukar rupiah mencapai Rp17.524 per dolar AS.

Secara historis, BI cenderung mulai membuka ruang kenaikan suku bunga ketika pelemahan rupiah telah melampaui 3 persen.

“Apalagi kalau kita lihat SRBI itu rate-nya sudah cukup meningkat terus ke atas. Jadi ini kita perlu antisipasi,” jelasnya,

Adapun PIER juga mengidentifikasi tiga faktor utama yang dapat memengaruhi keputusan BI ke depan.

Bank Indonesia berpotensi menaikkan suku bunga acuan ke 5 persen pada Semester I 2026. [Suara.com]

Pertama, risiko kenaikan inflasi domestik. Kedua, potensi pelebaran defisit neraca transaksi berjalan (current account balance). Ketiga, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Meski hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan adanya sinyal pemangkasan suku bunga, pasar masih memandang ruang penurunan suku bunga The Fed tahun ini sangat terbatas.

Baca Juga: Rupiah Terpeleset ke Rp17.414: Ketegangan Global dan Harga Minyak Jadi Beban

“Kalau dari sisi globalnya, yang terletak di sisi advance rate, sebenarnya market masih akan cenderung melihat efek itu tidak akan mempertahankan suku bunganya hingga akhir tahun ini, dan baru membuka kemungkinan pemotongan itu di akhir tahun depan,” terang Faisal.

Kondisi tersebut membuat tekanan eksternal terhadap nilai tukar dan pasar keuangan domestik masih perlu diwaspadai dalam beberapa waktu ke depan.

Load More