Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto masih menelusuri kepemilikan lahan Tanah Merah di Depo Pertamina Plumpang. Dia pun memerintahkan memerintahkan Kepala Kantor Pertanahan (Kakantah) Jakarta Utara dalam penelusuran itu.
Menurut Hadi, lahan di Tanah Merah dimiliki oleh beberapa pihak, mulai dari Pertamina, rakyat, hingga pihak swasta lainnya.
Namun dirinya belum memetakan kembali batas mana yang punya rakyat, Pertamina hingga pihak swasta lainnya.
"Jadi, masih diidentifikasi mana yang punya rakyat, mana punya Pertamina, mana punya PT itu," ujar Hadi dalam konferensi pers di Hotel Shangri La, Jakarta yang dikutip, Rabu (8/3/2023).
Dia juga belum memastikan kapan identifikasi lahan di Tanah Merah selesai. Akan tetapi, Hadi berjanji untuk secepat menyelesaikan identifikasi lahan tersebut.
"Secepatnya karena rakyat membutuhkan kepastiannya," jelas dia.
Sebelumnya, residen Joko Widodo atau Jokowi telah memerintahkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan juga Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk segera mengambil keputusan terkait dengan kasus kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat meninjau salah satu posko korban kebakaran di RPTRA Rasela Rawabadak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Minggu (5/3/2023).
Dalam kunjungannya itu, Presiden Jokowi mengucapkan belasungkawa untuk para korban peristiwa kebakaran di Depo Pertamina Plumpang. Jokowi juga menyampaikan bahwa relokasi untuk para korban akan secepatnya diputuskan oleh Menteri BUMN, Pertamina, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga: Kala Peringatan Keras Ahok soal Warga Tanah Merah Tidak Digubris Anies
Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemukiman yang berada di sekitar lokasi Depo Pertamina termasuk zona berbahaya. Ini karena kawasan Plumpang yang dihuni warga hanya berjarak beberapa puluh meter dari Depo Pertamina Plumpang.
Oleh karenanya, Presiden memerintahkan kepada Menteri BUMN untuk segera melakukan evaluasi dan audit lokasi-lokasi Depo Pertamina lainnya yang menyimpan bahan bakar.
Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Indonesia ini juga mengungkap dua solusi untuk menangani persoalan di Plumpang tersebut.
Solusi pertama, penduduk setempat bisa segera direlokasi ke tempat yang lain yang lebih aman. Sedangkan solusi kedua, pihak Pertamina harus memindahkan Depo Pertamina tersebut ke pulau reklamasi demi keamanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini
-
IPC TPK Catat Bongkar Muat 299 Ribu TEUs di Awal 2026