Suara.com - Para pemuda mulai tertarik pada dunia public speaking. Mereka bisa mengeksplorasi diri mereka dengan tampil dan berbicara di depan khalayak.
Banyak pemuda yang ke depannya ingin menjadi podcaster, presenter, host, dan lain sebagainya. Karena itu, Papua Youth Creative Hub (PYCH) hadir di tengah-tengah anak muda Papua yang tertarik di dunia public speaking dan brodcasting dengan menyediakan studio podcast.
"Papua Youth Creative Hub memiliki podcast studio untuk menyalurkan bakat-bakat anak muda Papua, dari kameraman, audioman, influencer, hingga presenter memiliki wadah di sini," ujar Koordinator Papua Youth Creative Hub Podcast Studio Edo Maniagasi di sela-sela persiapan peresmian gedung PYCH.
Menurut Edo, anak muda Papua memiliki bakat dan talenta yang luar biasa. Namun, tidak banyak wadah yang bisa digunakan untuk mengasah kemampuan mereka. Nah, untuk itu, PYCH menjadi tempat baru bagi anak muda Papua agar bisa menyalurkan bakat dan minat di sana
"Anak muda Papua banyak bakat dan talenta namun kekurangan wadah. Jadi, kami berharap sekali dengan podcast ini tujuan utamanya menyalurkan bakat-bakat anak muda Papua agar tertarik menggeluti dunia podcast," katanya.
Edo menjelaskan pihaknya berencana menggelar pelatihan podcast di studio tersebut. "Ke depan kami akan membuat banyak pelatihan di gedung PYCH ini. Di podcast studio ini, kami akan membuka pelatihan bagi anak-anak muda Papua yang tertarik di dunia broadcasting, khususnya dalam memulai Podcast," ucapnya.
Edo menginformasikan kepada masyarakat Indonesia bahwa Podcast PYCH dapat di dengarkan di YouTube Papua Youth Creative Hub. "Teman-teman di Papua maupun seluruh Indonesia bisa menyaksikan Podcast kami bernama Kosa Kata di YouTube Papua Youth Creative Hub," ucapnya.
Edo pun berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah memberikan atensi dan tempat kepada anak muda Papua agar terus mengembangkan minta serta bakat mereka.
"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Jokowi yang sudah memfasilitasi kami anak muda Papua untuk berkarya dan maju." ujarnya.
Baca Juga: Sambangi Podcast Deddy Corbuzier, Napi Teroris Gereja Serpong ini Minta Maaf
Edo juga berterima kasih kepada Badan Intelijen Negara (BIN) yang juga mendukung anak muda Papua dalam mengembangkan kemampuan mereka di bidang podcast dengan membangun gedung PYCH.
Sementara itu, Aldi, 22, anak muda Papua, mencoba fasilitas studio podcast dengan tampil sebagai pembawa acara dalam percobaan talk show. "Saya rasa cukup bagus ya. Karena saya tadi baru mencoba instrumen studio podcast di sini," kata setelah menjajal studio podcast ini.
Anak muda Papua yang juga seorang komika ini mengatakan studi podcast ini bisa mengedukasi banyak pemuda Papua tentang belajar public speaking. "Podcast ini tentunya hadir untuk mengedukasi banyak anak muda Papua. Tentu orang yang ber-podcast pun menjadi belajar tentang public speaking," ujar Aldi.
Aldi menjelaskan pengetahuan, sains, kultur bisa juga dibahas di PYCH podcast studio ini. "Jadi, untuk anak muda Papua, jangan malu untuk datang ke podcast ini. Kalian ingin belajar, ingin lebih mengenal apa itu public speaking," ujarnya.
Aldi juga mengajak anak muda Papua untuk datang ke studi podcast di PYCH untuk terus mengasah kemampuan mereka dalam berkreasi. "Jika kalian ingin belajar mengenai podcast, silakan datang ke PYCH Podcast Studio. Karena di sini menyediakan wadah bagi anak muda Papua untuk berkreasi, ujarnya.
Aldi tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah mewujudkan impian anak muda Papua dengan menyediakan wadah berkreasi itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
Terkini
-
Danantara Ikut Hadir Pertemuan BEI-MSCI, Pandu Sjahrir: Hanya Nonton aja
-
Rupiah Berbalik Loyo di Senin Sore ke Level Rp 16.800/USD
-
Saham BUMI ARB Meski Ada yang Borong, Apa Penyebabnya?
-
OJK Buka Suara soal Pengganti Ketua dan Wakil Ketua, Ini Penjelasannya
-
Airlangga Siapkan Rp 13 Triliun untuk Insentif Ramadan dan Lebaran 2026
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Epstein Minta Bantuan Israel untuk Caplok Aset dan Tambang Libya
-
5 Fakta Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026 hingga 50 Persen, Wajib Diketahui Ojol hingga Sopir
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Pertemuan Singkat dengan Kakak Putih Biru, Awal Perubahan Besar Ibu Murni