Suara.com - Periode pelaporan SPT Tahunan mendekati tenggat waktunya, dan himbauan untuk lapor SPT terus dilakukan. Hal ini juga didukung dengan sosialisasi sanksi tak lapor SPT Tahunan untuk wajib pajak, yang bisa berupa denda.
Pelaporan SPT Tahunan sendiri sifatnya wajib, dan memiliki sanksi denda. Bahkan jika pelaporan tidak dilaksanakan, seorang wajib pajak dapat berhadapan dengan hukum pidana. Apa saja sanksi tak lapor SPT tahunan?
Sanksi Tidak Lapor SPT Tahunan
Jika mengacu pada regulasi yang berlaku seperti Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, seorang yang memiliki kewajiban melaporkan pajak adalah orang yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak dan masih menjadi Wajib Pajak.
Berdasarkan aturan tersebut, Wajib pajak yang terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan akan menerima denda dengan besaran tertentu, seperti yang tercantum dalam Pasal 7 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan tersebut.
Untuk wajib pajak orang pribadi, denda yang dikenakan adalah sebesar Rp 100.000. Sedangkan untuk wajib pajak badan, denda yang dikenakan adalah Rp 1.000.000.
Selain sanksi berupa denda, ada pula sanksi berupa pidana yang bisa dihadapi oleh wajib pajak yang tak lapor SPT Tahunan. Sanksi pidana ini diberikan untuk wajib pajak yang dengan sengaja tidak melapor pajak. Untuk sanksi pidananya sendiri diatur dalam pasal 39 Ayat 1 UU KUP.
Sanksi pidana yang diberikan adalah paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun. Selain sanksi pidana, wajib pajak tersebut juga akan dikenai denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak dibayarkan atau kurang bayar, dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang bayar.
Pelaporan SPT Itu Mudah
Baca Juga: Batas Waktu Lapor SPT Tahunan Sampai Kapan? Ini Jadwal WP Orang Pribadi dan Badan
Untuk melaporkan SPT Tahunan sendiri, sebenarnya wajib pajak telah dipermudah dengan ketersediaan sistem e-Filing. Sistem ini disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak, untuk mengakomodir pelaporan SPT secara online melalui sistem yang disediakan.
Wajib pajak cukup melengkapi berkas yang diperlukan dalam pelaporan online tersebut, dan dapat melaksanakan kewajiban pelaporan SPT Tahunan dengan cepat dan praktis.
Untuk wajib pajak yang masih mau datang ke Kantor Pelayanan Pajak, maka urusan pelaporan pajak juga tetap dapat dilakukan. Sama halnya dengan e-FIling, wajib pajak perlu melengkapi berkas dokumen yang diperlukan sebagai kelengkapan lapor pajak ini.
Itu tadi sekilas mengenai sanksi tak lapor SPT Tahunan yang bisa diberikan pada wajib pajak. Maka dari itu, ingat untuk lapor pajak, dan cermati setiap ketentuannya sekarang juga!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
DJP Ungkap Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta di H+1 Lebaran
-
Jelang Deadline, Jumlah Wajib Pajak Lapor SPT Tembus 8,7 Juta
-
Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana
-
Jadwal Operasional BRI Pasca Libur Lebaran 2026
-
Harga Minyak Naik, Prabowo Kebut Proyek PLTS buat Gantikan Tenaga Diesel
-
Seluruh Rest Area di Tol Cipali Akan Berlakukan Sistem Buka Tutup
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional