Suara.com - Video petugas aviaton security atau Avsec yang mengawal dan mencium tangan Bahar Smith menjadi viral di media sosial. Video itu juga menjadi polemik dan perbincangan netizen di media sosial.
Belakangan, PT Angkasa Pura II atau AP II telah memcat tiga karyawan yang melakukan penjemputan kepada Bahar Smith. Karena, karyawan tersebut tidak melakukan kegiatan sesuai dengan Standar Operating Prosedur (SOP).
Alasan AP II itu masih masuk akal, karena ternyata tidak sembarang orang yang bisa mendapat pengawalan ketat Avsec di Bandara. Pengawalan ketat sesorang di bandara diatur dalam Perhubungan Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Keamanan Penerbangan Nasional.
Dalam aturan tersebut, pada pasal 12 ayat (1) bahwa pengelola bandara harus melakukan koordinasi dan melakukan komunikasi sesuai dengan ketentuan program keamanan nasional. Artinya, pengamanan seseorang harus sesuai ketentuan program keamanan nasional.
Sementara pada pasal 13 ayat (1) bahwa pengelola bandara wajib melakukan upaya pengamanan bandara.
Kemudian, aturan terkait pengamanan bandara oleh Avsec juga tertuang dalam SKEP/100/IX/1985. Dalam aturan itu, pengawalan ketat bisa dilakukan jika ada informasi dan hasil analisis mengenai potensi risiko gangguan keamanan penerbangan dan ketertiban umum di bandara.
Kemudian, pengalawan itu juga harus terkoordinasi resmi dalam internal dan melibatkan TNI/Polri.
Sebelumnya, dalam video yang beredar, tampak 3 petugas AvSec langsung mendatangi Bahar Smith yang baru tiba turun dari pesawat. Mereka langsung mencium tangan Bahar bin Smith dan mengawalnya keluar dari bandara.
GM of Branch Communications & Legal Bandara Soekarno-Hatta M. Holik Muardi menegaskan ketiga AvSec tersebut telah melakukan pelanggaran SOP dan tindakan indisipliner saat bertugas di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat, 3 Maret 2023.
Baca Juga: Petugas Avsec Dipecat Usai Kawal Bahar Bin Smith, Ini Aturan Pengawalan di Bandara
"Ketiga avsec melakukan pelanggaran berat, yakni meninggalkan area kerja tanpa melapor ke atasan langsung, lalu melakukan penjemputan dan pendampingan terhadap penumpang, di mana ini bukan SOP dari Avsec. Tindakan ini merupakan pelanggaran SOP berat dan sangat tidak dibenarkan karena dapat menimbulkan dampak terkait aspek keamanan yang tidak kita semua inginkan," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?
-
Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Buruh Kena Pajak Dobel, Said Iqbal Usul 'Potongan' Pencairan JHT Dihapus
-
Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco
-
Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris
-
Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?
-
Harga Beras Makin Mahal, Program SPHP Pemerintah Tidak Efektif?
-
Krakatau Posco Milik Siapa, Apakah BUMN? Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam