Suara.com - Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) kembali menggelar uji pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite. Sejauh ini ada tiga daerah yang akan kena dampak dalam uji pembatasan tersebut yakni Provinsi Aceh, Provinsi Bangka Belitung, dan Provinsi Bengkulu.
Anggota BPH Migas, Saleh Abdurrahman mengatakan masyarakat yang ingin membeli BBM jenis Pertalite terutama di tiga wilayah di atas diharapkan segera mengunduh aplikasi MyPertamina.
Pasalnya, sistem pembelian kini akan menggunakan aplikasi tersebut. Jika membeli tanpa aplikasi, maka jumlah pembelian akan dibatasi.
"Pertamina melakukan uji coba, jika tanpa QR Code (dari aplikasi MyPertamina) ada batasan maksimalnya, sementara kalau pakai QR Code sesuai kebutuhan mereka," ujar Saleh.
Uji coba pembatasan pembelian Pertalite ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Pada 2022 lalu, saat pemerintah mengetok harga baru Pertalite yakni Rp10.000 per liter, pembelian dengan menggunakan aplikasi mulai diterapkan di sebelas kota/ kabupaten, antara lain Kota Padang Panjang, Sumatera Barat; Kota Yogyakarta; dan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Cara Instal Aplikasi MyPertamina
Jika anda pengguna BBM jenis pertalite dan belum memiliki aplikasi MyPertamina, maka berikut adalah langkah-langkah untuk menginstall aplikasi tersebut.
1. Pertama, instal terlebih dahulu aplikasi MyPertamina melalui Google Play Store atau App Store.
2. Kemudian masukkan data diri lengkap seperti nama lengkap, nomor telepon, tanggal lahir, dan atur pin.
3. Aktifkan metode pembayaran LinkAja untuk memudahkan pembayaran cashless. Jika masih belum memiliki aplikasi LinkAja, Anda dapat menginstalnya melalui smartphon kemudian lakukan pendaftaran, dan top up saldo sesuai nominal yang diinginkan .
4. Jika sudah memiliki aplikasi LinkAja, klik tombol “Bayar.”
5. Lalu scan QR Code pada mesin EDC SPBU Pertamina.
6. Lakukan konfirmasi, dan klik tombol “Bayar.”
7. Masukkan Pin LinkAja, lalu akan muncul notifikasi bahwa pembayaran Anda telah berhasil.
Pelanggan bisa menginstall-nya dari sekarang, sekaligus menginstal aplikasi LinkAja untuk memudahkan pembayaran. Persiapn ini berguna jika suatu hari pemerintah benar-benar menerapkan kebijakan pembelian pertalite dengan MyPertamina secara menyeluruh.
Berita Terkait
-
Harga BBM Pertamax Cs Ada Yang Turun Per Hari Ini
-
Pertalite Paling Laris Sepanjang Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023
-
Turun Lagi, Daftar Harga BBM Pertamina di Seluruh SPBU
-
Harga BBM Pertamina Hari Ini Turun Lagi, Cek Daftar Harga Terbarunya
-
Budiman Sudjatmiko Dihujat karena Ikut Sebar Hoaks Pertalite Turun Rp1.800, Netizen: Hilang Akal Kah?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
-
Dompet Menjerit Jelang Ramadan, Petani Tak Nikmati Harga Pangan yang Melambung Tinggi
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
Terkini
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat
-
Purbaya Cuek Usai Disebut Idiot-Bukan Orang Suci oleh Noel
-
Purbaya Ungkap Setoran Dewan Perdamaian Rp 16,7 Triliun Diambil dari Kemenhan
-
Inggris Siapkan Rp80 Triliun untuk Perkuat Armada Kapal Indonesia
-
IHSG Akhirnya Kembali ke Level 8.000, Pasar Mulai Tenang?
-
Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?