Suara.com - Sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) Lampung menggelar aksi penanaman pohon massal di Desa Braja Indah, Kecamatan Braja Slebah, Lampung Timur, Lampung.
Koordinator Wilayah GMC Lampung Timur, Sepri Nurwahidin mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
"Kegiatan hari ini adalah milenial menanam pohon, kami bekerja sama dengan Komunitas Pemuda Peduli dan masyarakat Lampung Timur." kata Sepri, ditulis Rabu (7/6/2023).
Dia menjelaskan jenis tanaman yang mereka tanam adalah tanaman buah-buahan. Mulai dari alpukat, kakao, beberapa jenis jambu, mangga, hingga buah durian.
"Kami lebih memilih pohon-pohon buah-buahan, karena selain untuk penghijauan, pada akhirnya bisa dimanfaatkan sendiri oleh masyarakat hasil buahnya," ujar dia.
Lebih lanjut, Sepri mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan hidup di Lampung Timur. Menurutnya, saat ini jumlah area hijau terus berkurang.
Kegiatan ini merupakan komitmen relawan GMC Lampung dalam melestarikan alam dan menekan dampak perubahan iklim sekaligus mendorong pembudayaan karakter dan gaya hidup cinta lingkungan.
"Ini menjadi wadah sosialisasi untuk sama-sama menjaga lingkungan. Seperti yang kita temakan pada hari ini, yakni pemuda masyarakat peduli penghijauan alam kita lestari." ungkap Sepri.
Dia juga menegaskan bahwa GMC Lampung akan terus menggelar kegiatan bermanfaat lainnya dan menggandeng lebih banyak milenial. Kegiatan yang digelar, disebut Sepri akan memberikan manfaat yang bersifat berkelanjutan.
Baca Juga: Selain Buah-buahan, Ini 5 Ide Hantaran saat Menjenguk Orang Sakit
"Kegiatan ini sangat terinspirasi dari Ayah Ganjar yang merupakan sosok yang sangat peduli pada lingkungan. Seluruh agenda yang beliau laksanakan itu sangat positif sekali," pungkasnya.
Menjadi Respons Global Warming
Salah satu milenial peserta kegiatan ini, Artika Bunga Maharani menyatakan bahwa aksi penanaman massal tanaman buah ini sangat bermanfaat untuk merespon kondisi Global Warming yang saat ini terjadi.
"Di era global warming ini, dengan menanam pohon ini kita para milenial jadi tahu bahwa menanam pohon walau hanya satu, dampaknya akan luar biasa untuk lingkungan dan sekitarnya," kata Artika.
"Apalagi tanaman yang kita tanam ini adalah buah-buahan yang akan menghasilkan sesuatu nantinya. Mungkin lima atau sepuluh tahun ke depan hasilnya bisa diperoleh masyarakat," tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Ini Jadwal Resmi Bursa dan Analisisnya
-
15 Ide Usaha saat Ramadan, Modal Minim di Bawah 1 Juta
-
Tak Cuma BUMI, Ini Saham-saham Bakrie yang Harganya Meroket
-
Kepercayaan Pengguna Antar CEO Indodax Jadi Sosok Berpengaruh Lini Aset Digital
-
Regulasi Baru Disebut Bisa Pukul Kesejahteraan Petani Tembakau
-
Awas! Praktik Jual-Beli Rekening Bisa Dijerat Hukum Penjara
-
Punya Cadangan Uranium dan Thorium, Pakar Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN
-
Viral Kejagung Geledah Rumah Pejabat Pajak Temukan Rp 920 Miliar, Kemenkeu Pastikan Hoaks
-
Produsen Minuman Alkohol Heineken PHK 6.000 Pekerja
-
WSKT Rampungkan Proyek Rumah Sakit di Kalbar