Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendapatkan aduan sekolah dan ruas jalan rusak dari aplkasi LaporGub. Ganjar pun merespons cepat aduan itu dengan memproses perbaikannya.
Ganjar meninjau langsung proses perbaikan itu. Awalnya Ganjar mengecek bangunan di SDN 1 Karangweder, Kabupaten Grobogan.
Ganjar melihat berbagai kerusakan di SD tersebut, seperti atap-atap yang bolong hingga pintu yang lapuk. Ganjar pun menganggarkan Rp1,5 miliar untuk membangun ulang sekolah tersebut, sementara kegiatan belajar mengajar dialihkan ke rumah para pengajar.
Kemudian Ganjar mengecek perbaikan ruas Jalan Karangwader - Leyangan sepanjang 2,2 km. Mayoritas kerusakan sudah diperbaiki, tinggal 450 meter yang masih dalam proses pengerjaan.
Lalu Ganjar bertolak ke ruas Jalan Gadoh - Gunung Tumpeng. Perbaikan ruas jalan ini sudah selesai dan bisa gunakan masyarakat sehari-hari.
“Tugas kami ketika mendapat laporan, itu bagian dari kepedulian saja. Kalau komitmen pemerintah daerah ‘Pak Gub sudah kita siapkan’ oke siap, akan dibangun,” kata Ganjar ditulis Jumat (16/6/2023).
Menurut Ganjar, semua aduan masyarakat dari aplikasi LaporGub atau media lain sangat membantu pemerintah. Khususnya untuk menemukan rekomendasi perbaikan dalam perencanaan pembangunan.
Oleh karena itu, kata Ganjar, pemerintah tidak perlu sensi dengan aduan-aduan tersebut. Pihaknya, kata Ganjar, berkomitmen dan berupaya merespons aduan itu dengan cepat.
“Aduan masyarakat membantu. Kalau kita belum bisa merespons seketika, tidak apa-apa kita sampaikan kepada masyarakat ada tahapannya. Sehingga masyarakat teredukasi dengan baik bagaimana tahapannya sampai perencanaan pembangunan itu,” tutur dia.
Baca Juga: Terlalu Posesif Mengikat, Ganjar Pranowo Nampak Tak Bisa Bergerak Tanpa Perintah PDIP
Ganjar pun mengapresiasi Pemkab Grobogan yang sigap berkoordinasi dengan Pemeov Jateng untuk segera memproses perbaikan yang dibutuhkan masyarakat. Ganjar berharap sinergitas pemerintah di setiap level bisa terus terjaga.
“Sekali lagi, semangat dan komitmennya bagus, maka relasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten, kalau kita dalam garis yang sama insya Allah semuanya cepat,” kata Ganjar.
Sebagai informasi, LaporGub merupakan gebrakan yang diinisiasi Ganjar sejak periode pertamanya pada 2013. Saat itu, LaporGub berbasis website dan terus berkembang hingga bisa diakses multi platform. Mulai dari Web, WhatsApp, direct message (DM) di media sosial, serta SMS maupun hotline.
Berdasarkan data terbaru Government Resource Management System (GRMS) Jawa Tengah, sejak 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022 tercatat ada 22.980 aduan masyarakat yang masuk ke kanal LaporGub.
Dari jumlah tersebut, sejumlah 14.983 aduan atau 65,2 persen dapat diselesaikan, 4.927 aduan atau 21,4 persen dalam proses verifikasi, sebanyak 1895 aduan atau 8,24 persen dalam progres, serta 257 aduan atau 1,11 persen belum dijawab. Sisanya, 918 aduan atau 3,99 persen aduan masuk dalam kategori tidak layak, dikembalikan, spam, atau bukan wewenang Pemprov Jateng.
Sejak 1 Januari 2023 hingga 23 Februari 2023, LaporGub mencatat ada 3.829 aduan yang masuk. Dari jumlah tersebut, 1.980 aduan diselesaikan, 729 dalam proses verifikasi, serta 672 dalam progres. Sisanya, aduan belum dijawab, berisi spam, tidak layak atau bukan wewenang pemprov Jateng.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri