Suara.com - Relawan Komunitas Ojol (Kajol) Indonesia Dukung Ganjar mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran kebersihan dengan memungut sampah di sekitaran Kali Ciliwung, Bogor, Jawa Barat.
"Kami bersama Satgas Kali Ciliwung mengadakan kegiatan bersih-bersih. Ini bentuk kecintaan dan kepedulian kami terhadap lingkungan, khususnya bantaran Kali Ciliwung," ujar Juru Bicara Kajol Indonesia Dukung Ganjar Risnandar ditulis Jumat (16/6/2023).
Risnandar melanjutkan, ajakan kepedulian tersebut dilakukan atas dasar persoalan banjir yang kerap terjadi melanda Depok dan Jakarta akibat luapan sungai Ciliwung.
"Kali Ciliwung ketika musim hujan tiba adalah salah satu faktor yang menyumbangkan banjir untuk wilayah Depok dan Jakarta. Oleh karena itu, sebelum musim penghujan datang, kami berinisiasi membersihkan Kali Ciliwung dari sumbatan sampah agar tidak terjadi sumbatan saat musim penghunan tiba," lanjut Risnandar.
Dengan menggunakan atribut protokol keselamatan dan kebersihan lengkap, Kajol Indonesia mengerahkan 300 relawan yang terdiri dari para driver ojol dan masyarakat yang tinggal di lingkungan setempat.
Risnandar mengatakan masyarakat merasa antusias dan mendukung aksi tersebut untuk terus dilanjutkan secara konsisten.
"Masyarakat sangat antusias karena ini bentuk kecintaan dan kepedulian mereka terhadap tempat dimana mereka tinggal," ungkapnya.
Dari aksi bersih-bersih tersebut, Risnandar menargetkan lebih dari satu ton sampah yang akan dikumpulkan yang kemudian akan dibawa ke tempat pembuangan sampah terdekat.
Selanjutnya, aksi bersih-bersih tersebut masih akan terus berlanjut di sejumlah titik di kawasan Bogor dan Depok. Ada tiga titik di Depok dan Bogor. Semuanya itu sekitaran bantaran Kali Ciliwung.
Senada dengan Risnandar, Team Leader Satgas Ciliwung Sektor 2 Sumardi mengungkapkan ucapan terimakasih atas kolaborasi yang dilakukan bersama Kajol Indonesia Dukung Ganjar.
"Terima kasih sudah membantu kinerja kami dan ada yang peduli dalam merawat lingkungan," kata Sumardi.
Satgas Ciliwung sendiri akan terus konsisten dalam menyosialisasikan kebersihan lingkungan kepada masyarakat di pinggiran kali untuk tidak membuang sampah ke sungai.
"Alhamdullilah selama beberapa tahun ini kami sosialisasikan, perubahannya cukup signifikan, dari sungai kotor menjadi bersih," pungkas Sumardi.
Berita Terkait
-
Indonesia Hasilkan 7,8 Juta Ton Sampah Plastik/Tahun, Penerapan Ekonomi Sirkular harus Segera Dimulai
-
Atasi Persoalan Sampah, Pemkab Bandung Barat Tambah Armada Sampah Baru
-
Ungkap Kondisi David Ozora Banjir Darah usai Dihajar Mario Dandy, Satpam Kompleks Nangis di Sidang: Saya Lihat Korban Tak Bergerak
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Cara Menghitung THR Ojol dan Simulasi Pencairan BHR 2026
-
ESDM Tetap Gaspol Impor Migas USD 15 Miliar dari AS, Meski Ada Pembatalan Tarif
-
Kriteria Driver Ojol Dapat THR, Ini Rinciannya
-
Saham BUMI Diborong Asing saat IHSG Merah Merona
-
Media Asing Soroti Lunaknya Prabowo di Hadapan Trump
-
Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG
-
Tenor Rumah Subsidi Diperpanjang Jadi 30 Tahun, Pemerintah Klaim Cicilan Lebih Ringan
-
CEO World Economic Forum Mundur Usai Hubungannya dengan Jeffrey Epstein Terkuak
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah