Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendukung pengembangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) nasional melalui penyelengaraan Pasar Digital (PaDi) UMKM Expo 2023. Kegiatan expo dilaksanakan secara hybrid, yaitu secara luring di Gedung Sarinah Jakarta dan secara daring pada platform PaDi UMKM, 14-28 Juni 2023.
SVP Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana mengatakan bahwa PaDi UMKM menjadi ekosistem digital pengembangan UMKM nasional untuk naik kelas serta meningkatkan kualitas dan daya saing produknya masing-masing. Ekosistem digital ini juga bertujuan menciptakan transaksi bisnis antara perusahaan BUMN dengan pelaku UMKM.
Menurut Wijaya, Pupuk Indonesia menjadi salah satu BUMN yang berkontribusi pada pengembangan UMKM nasional melalui penyerapan produk dalam negeri atau UMKM itu sendiri. Berdasarkan data Kementerian BUMN, transaksi Pupuk Indonesia pada PaDi UMKM tercatat sebesar Rp 438 miliar atau terbesar ke-3 pada tahun 2022.
“Pada pelaksanaan PaDi UMKM Expo 2022, Pupuk Indonesia memperoleh peringkat 3 untuk klasifikasi Perusahaan BUMN kategori A untuk volume penyerapan atau pembelian produk dalam negeri atau UMKM melalui PaDi UMKM. Hal ini juga menandakan bahwa Pupuk Indonesia Grup mendukung pengembangan pelaku UMKM nasional,” demikian ungkap Wijaya ditulis Senin (19/6/2023).
Selain menjadi upaya pengembangan UMKM nasional, program kolaborasi Kementerian BUMN dengan perusahaan BUMN dengan nilai transaksi yang besar.
Sekretaris Kementerian BUMN, Rabin Hattari mengatakan bahwa nilai transaksi belanja produk dalam negeri BUMN melalui pasar digital sebesar Rp 28 triliun dari total transaksi senilai Rp 550 triliun pada tahun 2022.
“Dari nilai realisasi belanja Rp 550 triliun di tahun 2022, sekitar Rp 28 triliunnya itu produk UMKM yang dibeli dari platform PaDi UMKM. Ini membuktikan bahwa BUMN kita aktif membeli produk UMKM,” ungkap Rabin.
Melihat data realisasi belanja produk dalam negeri BUMN yang tinggi, Rabin mengapresiasi langkah PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan holding PT Perkebunan Nusantara III yang telah menyelenggarakan PaDi UMKM Expo tahun 2023.
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting mengatakan bahwa PaDi UMKM Expo menjadi Upaya Pemerintah mengembangkan pelaku UMKM nasional dengan menyediakan akses pasar yang baru. Pasalnya, sampai saat ini telah ada 95 perusahaan BUMN dan anak perusahaannya yang telah mengimplementasikan PaDi UMKM dengan kurang lebih 8.000 buyer yang memiliki kewenangan untuk melakukan transaksi belanja di marketplace PaDi UMKM.
Baca Juga: Icip Nikmatnya Jamu Tradisional dari Desa Wisata Jamu Kiringan Bantul
“Hal ini juga kita harapkan dapat membawa optimism kita termasuk para UMKM, bahwa BUMN siap menyerap produk-produk UMKM sesuai dengan kebutuhannya. Kami juga terus mendorong penggunaan PaDi UMKM oleh retail dari masyarakat terutama yang berasal dari karyawan BUMN maupun Kementerian BUMN,” kata Loto.
Loto melaporkan bahwa pelaksanaan PaDi UMKM Expo telah berhasil mengembangkan serta memperluas pasar pelaku UMKM nasional. Dia mencontohkan, seperti pelaksanaan expo perdana pada tahun 2021, terdapat 1.144 transaksi senilai Rp 1,6 miliar.
Pada expo kedua, nilai transaksi meningkat menjadi 2.442 transaksi dengan nilai Rp 12,5 miliar. Lebih lanjut Loto mengatakan bahwa nilai transaksi meningkat kembali pada expo ketiga di tahun 2022, di mana terdapat 4.774 transaksi dengan nilai Rp 15,8 miliar.
“Pada PaDi UMKM ke-4 ini diikuti oleh 201 UMKM secara offline dari 597 UMKM yang berpartisipasi dan kami harapkan agar total transaksi dan omzet pada PaDI UMKM Expo kali ini meningkat. Karena, konsep PaDi UMKM ke-4 ini mengusung konsep department store dalam pelaksanaan offline-nya. PaDi UMKM Expo diharapkan dapat menjadi solusi bagi keluhan UMKM perihal pemasaran produk UMKM yang terbatas,” tambah Loto.
Dapat diketahui, PaDi UMKM Expo 2023 ini diikuti sebanyak 597 UMKM yang tercatat sebagai mitra binaan dari Kementerian Koperasi dan UKM, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Bhayangkari, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, termasuk Rumah BUMN binaan Pupuk Indonesia.
Adapun sektor usaha UMKM yang terlibat adalah UMKM di bidang usaha alat tulis kantor, barang elektronik, souvenir dan merchandise, catering dan snack, kelengkapan rumah tangga, material konstruksi, fashion, hingga berbagai jenis jasa lainnya. Selain pameran, terdapat juga acara pendukung seperti talkshow, fun run, hiburan, penampilan band BUMN, termasuk PaDi UMKM Award 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
BUMN Fasilitasi UMKM, Tambah Akses Pasar untuk Produk Lokal
-
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan
-
Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat
-
Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede
-
Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi