Suara.com - Komisaris Utama PT PP (Persero) Tbk (PTP) Andi Gani Nena Wea memastikan proyek infrastruktur yang dikerjakan perseroan akan tepat waktu. Hal ini dijamin setelah dirinya meninjau dua proyek yang dikerjakan PTPP yaitu SPAM Angke dan proyek pembangunan Akses Simpang Tak Sebidang (STS) Martadinata Jalan Tol Serpong - Cinere.
Andi menjelaskan, pada investasi SPAM Angke yang dikelola oleh PT Tirta Tangsel Mandiri memiliki prasarana dan fasilitas perkantoran yang baik.
Selain itu, SPAM Angke ini menghasilkan kualitas air yang baik, bersih, dan jernih sehingga diharapkan dengan kualitas produk dan layanan yang baik dapat mendorong penjualan perusahaan.
"Dengan penjualan yang baik tentunya perusahaan akan terus bertumbuh secara berkelanjutan," ujar Andi Gani di Jakarta, Kamis (22/6/2023).
Adapun, SPAM Angke milik PT Tirta Tangsel Mandiri (TTM) berlokasi di Tangerang Selatan Banten. TTM adalah salah satu anak usaha yang berada di bawah naungan PT PP Infrastruktur (PP Infra) dimana PP Infra sendiri merupakan salah satu anak usaha PTPP yang bergerak dibidang pengelolaan aset induk dan investasi beberapa proyek infrastruktur yang ada di Indonesia.
PP Infra berfokus kepada infrastruktur air perpipaan dan pengembangan SPAM, infrastruktur telekomunikasi (fiber optik), jalan tol, infrastruktur jaringan gas, infrastruktur logistic, dan Pelabuhan. TTM dimiliki oleh PP Infra dengan porsi kepemilikan sebesar 99% dan sisanya 1% dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan PTPP.
Bentuk kerja sama yang dilakukan yaitu Business to Business (B2B) dengan skema Built Operate Transfer (BOT) dengan masa kerjasama selama 30 (tiga puluh) tahun. SPAM Angke memiliki kapasitas produksi 200 liter per detik dan 100 liter per detik (operasi) dengan lingkup pelayanan di wilayah Kecamatan Ciputat, Kecamatan Ciputat Timur, dan Kecamatan Pamulang.
Usai melakukan kunjungan ke SPAM Angke, Andi Gani dan Manajemen PTPP melanjutkan kunjungan kerja ke lokasi kedua, yaitu proyek pembangunan Akses Simpang Tak Sebidang (STS) Martadinata Jalan Tol Serpong – Cinere yang berlokasi di Tangerang, Banten.
Proyek yang dimiliki oleh PT Cinere Serpong Jaya ini dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 13 (tiga belas) bulan yang diproyeksikan akan selesai pada Triwulan III - 2023.
Baca Juga: Luhut Jamin Proyek Infrastruktur Jokowi Tak Mangkrak Dan Selesai Pada Tahun 2024
Adapun lingkup pekerjaan proyek tersebut, antara lain, pekerjaan pembangunan Simpang Tak Sebidang RE Martadinata (akses IC Pamulang), pelebaran overpass Bukit Indah, pelebaran overpass Cabe Raya, dan penyelesaian konstruksi main road STA 61+310 – STA 61+322 pekerjaan beautifikasi main road sepanjang 10,14 kilometer. Dalam pekerjaan proyek tersebut,
"Kami berharap proyek konstruksi pembangunan Simpang Tak Sebidang (STS) RE Martadinata di Jalan Tol Cinere - Serpong dapat diselesaikan tepat waktu yang diiringi dengan kualitas terbaik," imbuh dia.
"Terakhir kami berharap kerjasama tim di proyek harus terus dijaga dan ditingkatkan karena ‘Kerjasama tim yang luar biasa tentunya akan menghasilkan kinerja dan kerja yang luar biasa pula," Pungkas Andi Ghani.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026