Suara.com - Pada momen Hari Raya Iduladha 1444H, PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak usahanya menyalurkan total sebanyak 470 hewan kurban yang terdiri dari sapi 269 ekor, kambing 201 ekor, dan domba 8 ekor.
Seluruh hewan kurban tersebut dibagikan secara serentak untuk masyarakat sekitar perusahaan dan anak perusahaan di berbagai daerah di Indonesia.
Senior Vice President (SVP) Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, menyampaikan bahwa pembagian hewan kurban adalah ibadah sekaligus bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
Selain saling berbagi, berkurban sekaligus dapat meningkatkan rasa kedekatan, kepekaan, dan kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Hal ini mengingat kelancaran operasional usaha Pupuk Indonesia grup, khususnya dalam upaya menjaga ketersediaan pupuk, tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar perusahaan,” jelas Wijaya ditulis Senin (3/7/2023).
Selain itu, penyaluran hewan kurban pada tahun 1444H ini sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas berbagai capaian perusahaan dalam setahun terakhir.
Dimana Pupuk Indonesia grup memiliki sejumlah kinerja operasional yang sangat baik dari segi produksi, penjualan, distribusi, dan sebagainya.
Adapun ratusan ekor hewan kurban yang distribusikan Pupuk Indonesia Grup sebanyak 56 sapi dan 22 kambing dari PT Pupuk Sriwijaya Palembang, 32 sapi dan 5 kambing dari PT Pupuk Kujang Cikampek, 14 sapi dan 98 kambing dari PT Petrokimia Gresik, 33 sapi dan 11 kambing dari PT Pupuk Iskandar Muda, serta 101 sapi dan 44 kambing dari PT Pupuk Kalimantan Timur.
Selanjutnya, sebanyak 6 sapi, 10 kambing dan 8 ekor domba dari PT Rekayasa Industri, 2 sapi dan 5 kambing dari PT Pupuk Indonesia Niaga, serta masing-masing 2 ekor sapi dan 1 kambing dari PT Pupuk Indonesia Utilitas dan PT Pupuk Indonesia Logistik.
Baca Juga: Ogah Minta Maaf, Dewi Perssik Sebut Ketua RT Arogan dan Provokator: Gak Patut!
Selain masyarakat, hewan kurban tersebut juga disalurkan melalui masjid dan musala yang ada di sekitar perusahaan.
"Khusus hewan kurban yang dibagikan di Pupuk Indonesia sendiri antara lain 21 ekor sapi dan 4 ekor kambing, yang juga berasal dari Perkumpulan Istri Karyawan Pupuk Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut Wijaya menyebutkan bahwa sebelum dibagikan ke masyarakat sekitar perusahaan, seluruh hewan kurban dipastikan telah memenuhi syarat sah, utamanya kesehatan, sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Hal ini merupakan kewajiban sebagaimana Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 34 Tahun 2023, sehingga aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Lebih lanjut ia menambahkan, program bantuan hewan kurban ini memiliki manfaat ganda bagi masyarakat. Diantaranya sebagai bentuk dukungan Pupuk Indonesia Grup untuk kemajuan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sektor peternakan.
Karena seluruh hewan kurban yang distribusikan berasal dari mitra binaan maupun UMKM dari masyarakat sekitar perusahaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara