- Kapasitas cat nasional 2025 capai 1,5 juta MT/tahun & serap 36.000 tenaga kerja.
- Kansai Paint hadirkan solusi cat bebas timbal sesuai standar SNI & WHO bagi
- Pemerintah dorong industri cat prioritaskan keamanan produk demi kesehatan masyarakat.
Suara.com - Industri kimia hilir, khususnya sektor cat dan pelapis, menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak ekonomi nasional di tahun 2025. Data terbaru menunjukkan industri ini tidak hanya tumbuh secara volume, tetapi juga mulai bertransformasi menuju standar kesehatan global.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, industri cat nasional mencatatkan kapasitas terpasang yang impresif sebesar 1,5 juta metrik ton (MT) per tahun. Sektor ini juga menjadi tumpuan hidup bagi banyak orang dengan menyerap sedikitnya 36.000 tenaga kerja.
"Potensi kebutuhan pasar dalam negeri sendiri mencapai lebih dari 1 juta MT. Ini adalah sektor strategis yang terus tumbuh positif," ujar Emmy dalam keterangannya, Kamis (16/4).
Namun, pertumbuhan ekonomi ini harus dibarengi dengan tanggung jawab lingkungan dan kesehatan. Mengingat manusia menghabiskan 90% waktunya di dalam ruangan, pemilihan material bangunan kini bergeser dari sekadar estetika menuju aspek keamanan.
Menanggapi hal tersebut, PT Kansai Prakarsa Coatings (Kansai Paint) mengambil langkah strategis dengan memastikan seluruh portofolio produknya—baik untuk ritel maupun B2B—kini bebas timbal. Langkah ini mencakup varian cat tembok, besi, kayu, hingga cat industri (auto refinish).
President Director PT Kansai Prakarsa Coatings, Takahiko Tsuda, menegaskan bahwa inovasi dengan teknologi Jepang ini bertujuan memberikan rasa aman bagi konsumen.
"Kami menghadirkan portofolio cat bebas timbal untuk mendorong pilihan yang lebih bijak dalam mewujudkan ruang hidup yang lebih sehat. Ini komitmen jangka panjang kami untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap industri," kata Tsuda.
Langkah Kansai Paint ini sejalan dengan regulasi pemerintah. Seluruh produk mereka telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dengan ambang batas kandungan timbal sebesar 90 ppm, sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO).
Dukungan juga datang dari para ahli kesehatan. Dr. dr. Laurentius Aswin, Sp.PD-KEMD, mengingatkan bahwa paparan timbal jangka panjang sangat berbahaya, terutama bagi tumbuh kembang anak karena dapat mengganggu kemampuan kognitif dan perkembangan otak.
Baca Juga: Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
"Pemilihan material bangunan yang tepat adalah investasi untuk kualitas hidup jangka panjang," tuturnya.
Dengan kapasitas produksi yang besar dan komitmen pada standar keamanan, industri cat nasional diharapkan tidak hanya menjadi pemimpin di pasar domestik, tetapi juga menjadi contoh bagi praktik industri yang bertanggung jawab di kancah regional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman