- Net income 2025 tembus Rp 985 miliar, melesat 140% dibanding tahun sebelumnya.
- Raup Rp 3,47 triliun, ditopang sektor konten dan IP sebesar Rp 2,1 triliun.
- Angela Tanoesodibjo bidik pasar global dan tren microdrama lewat V+ Short.
Suara.com - Emiten media digital milik Grup MNC, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), mencatatkan performa keuangan gemilang sepanjang tahun 2025.
Meski sempat terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), MSIN membuktikan taringnya dengan mencetak lonjakan laba bersih hingga tiga digit.
Direktur MSIN, Rudy Hidayat, mengungkapkan perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 3,47 triliun. Angka ini tumbuh 17,52% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp 2,95 triliun.
"Kontribusi pendapatan utama kami berasal dari sektor Konten, IP, dan lainnya yang mencapai Rp 2,1 triliun," ujar Rudy dalam paparan kinerjanya, Kamis (16/4/2026).
Rudy merinci, lini bisnis iklan online (online advertising) menyumbang Rp 856 miliar, sementara pendapatan dari sektor langganan (subscription) tercatat sebesar Rp 869 miliar. Efisiensi operasional juga mendongkrak EBITDA perseroan menjadi Rp 1,038 triliun atau tumbuh 33%.
Namun, sorotan utama tertuju pada laba bersih yang melesat fantastis. Strategi monetisasi aset digital melalui platform OTT dan media sosial dinilai menjadi kunci sukses perseroan.
"Net income tahun 2025 mencapai Rp 985 miliar. Angka ini melesat tajam sebesar 140% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024," tambah Rudy.
Di sisi lain, Direktur Utama MSIN Angela Tanoesodibjo membeberkan strategi masa depan perusahaan yang akan fokus pada pengembangan konten microdrama melalui platform Vision+. Ia melihat peluang besar dari pergeseran pola konsumsi konten, terutama di kalangan anak muda.
“Di China, microdrama berkembang sangat pesat, bahkan menghasilkan miliaran dolar dalam waktu relatif singkat. Ini menunjukkan adanya pergeseran cara menikmati konten,” jelas Angela.
Baca Juga: Sengketa Rp119 Triliun, Emiten Milik Jusuf Hamka Tangkis Kabar Miring Ini
Melalui fitur V+ Short, MSIN memproduksi konten dengan biaya efisien namun memiliki potensi cuan dari berbagai sumber, mulai dari iklan hingga sistem koin digital. Tak puas di pasar domestik, MSIN kini tengah membidik ekspansi ke pasar global.
“Pasar global sangat besar. Jika kita bisa mengambil sebagian kecil saja, dampaknya akan signifikan,” tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi
-
Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk
-
Cara Perusahaan Asuransi Genjot Penetrasi Layanan
-
Direksi BUMN Karya Dipanggil Dony Oskaria Satu per Satu, Tentukan Nasib Restrukturisasi
-
420 Siswa Ikuti Program CyberHeroes Telkom, Bangun Kesadaran Keamanan Digital
-
Rupiah Masih di Zona Bahaya Rp 17.138
-
S&P: Peringkat Kredit Indonesia Paling Rentan Turun di Asia Tenggara
-
Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?