- Rupiah ditutup menguat tipis ke Rp 17.138, namun tetap di zona level terlemah sejarah.
- Faktor harga minyak dan arus modal keluar jadi ganjalan utama rupiah untuk bangkit.
- Pasar fokus pada hasil perundingan Iran-AS akhir pekan ini untuk tentukan arah sentimen.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (16/4/2026). Meski berhasil menguat tipis, posisi mata uang Garuda dinilai belum aman karena masih "nyaman" di kisaran level terlemahnya sepanjang sejarah.
Melansir data Bloomberg, rupiah sore ini ditutup di level Rp 17.138. Angka ini menunjukkan penguatan tipis sebesar 5 poin atau 0,03% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp 17.143.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut penguatan rupiah kali ini cenderung flat. Padahal, dolar AS di pasar global sedang loyo dan sentimen internasional relatif positif. Namun, hal itu ternyata belum cukup sakti untuk mendongkrak rupiah secara signifikan.
"Rupiah ditutup datar atau menguat tipis, namun posisinya tidak jauh dari level terlemah dalam sejarah. Dolar AS yang lemah gagal menguatkan rupiah yang masih dalam tekanan berbagai faktor," kata Lukman saat dihubungi.
Lukman membeberkan setidaknya ada tiga faktor utama yang membuat rupiah sulit bangkit dari keterpurukan. Pertama soal harga minyak yang membebani neraca perdagangan nasional. Kedua, arus modal keluar dari pasar keuangan domestik masih deras. Ketiga, kondisi ekonomi dalam negeri dinilai masih ringkih menghadapi guncangan eksternal.
Selain itu, sepinya rilis data ekonomi penting membuat investor memilih sikap wait and see.
Kini, mata pelaku pasar tertuju pada dinamika geopolitik global. Lukman menyebut, hasil meja perundingan antara Iran dan Amerika Serikat pada akhir pekan ini akan menjadi penentu arah pasar selanjutnya.
"Investor menantikan perundingan babak kedua antara Iran dan AS. Hasil pertemuan tersebut akan sangat menentukan arah sentimen ke depan," jelasnya.
Kondisi rupiah yang "ngos-ngosan" ini sedikit berbeda dengan rekan-rekannya di Asia yang mayoritas tampil lebih bertenaga. Berdasarkan kurs Jisdor BI, rupiah berada di level Rp 17.142.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya
Berikut rapor mata uang Asia terhadap dolar AS sore ini:
- Baht Thailand: +0,32% (Juara penguatan)
- Dolar Taiwan: +0,28%
- Peso Filipina: +0,18%
- Rupee India: +0,12%
- Ringgit Malaysia & Yen Jepang: +0,09%
- Won Korea: +0,08%
- Dolar Singapura: +0,06%
- Yuan China: +0,02%
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bos Danantara Bawa Oleh-oleh dari Prancis, Dapat Bisnis Baru?
-
Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!
-
Harga LNG Global Melonjak, Ekonom Ingatkan Industri dan Pemerintah Hadapi Dilema Ketahanan Energi
-
Rupiah Diramal Bergerak Fluktuatif Hari Ini, Cenderung Melemah ke Level Rp17.850
-
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Analis Beri Rekomendasi Saham: Jangan Asal Serok!
-
Bukan Emas, Ini Komoditas yang Diprediksi 'Cuan' di Tengah Perang AS-Iran-Israel
-
Neraca Pembayaran Indonesia Defisit USD9,1 Miliar, Terburuk Sejak Pandemi
-
Ekspansi Layanan Produk Ekosistem Bisnis Digital Utilitas Kian Diminati
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka