Suara.com - Kepala Pusat Penelitian Pertanian untuk Indonesian Policy Studies (CIPS), Aditya Alta mengatakan, reformasi dalam bantuan dan subsidi dapat meningkatkan produktivitas pangan dengan mengoptimalkan penggunaan input pertanian, dan perlu terus didorong.
Menurut Aditya, berbagai program bantuan dan subsidi masih menghadapi kendala seperti kelangkaan pupuk, disparitas harga, penciptaan pasar sekunder, pilihan yang terbatas, overdosis urea, kurangnya penggunaan benih unggul, dan anggaran subsidi yang besar.
"Dampak perubahan iklim, seperti cuaca yang tidak menentu, telah menyebabkan penurunan produksi. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas menjadi sangat penting daripada membuka lahan baru," ujar Aditya pad Senin (4/7/2023).
Aditya menyatakan bahwa peningkatan produktivitas pangan, baik dalam tanaman pangan maupun hortikultura, perlu didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menghadapi tantangan di sektor pertanian. Salah satu cara untuk mendorong hal ini adalah melalui reformasi kebijakan dalam sektor input pertanian.
Beberapa tantangan yang dihadapi petani antara lain terbatasnya kesempatan kerja di pedesaan, menurunnya kepemilikan lahan pertanian oleh rumah tangga petani sehingga lebih banyak petani menjadi buruh tani, serta keterbatasan pengetahuan dan akses terhadap penggunaan input pertanian yang optimal.
Data statistik menunjukkan bahwa produktivitas padi, kedelai, dan bawang merah cenderung stagnan dalam beberapa tahun terakhir dengan angka produksi masing-masing sekitar 5 ton gabah kering giling per hektar, 1,5 ton biji kedelai kering per hektar, dan 10 ton bawang merah per hektar.
Namun, produktivitas jagung menunjukkan tren peningkatan dengan capaian sebesar 5,5 ton pipilan jagung kering per hektar pada tahun 2019.
Aditya mengungkapkan bahwa belajar dari keberhasilan peningkatan produktivitas jagung, pemerintah dapat meningkatkan penggunaan varietas unggul, terutama varietas hibrida, untuk mendorong peningkatan produktivitas padi. Hingga saat ini, tingkat adopsi petani terhadap benih padi hibrida masih rendah.
Selain itu, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, penting untuk mendorong penggunaan kombinasi input pertanian, seperti pupuk, dengan optimal dan tepat. Dalam hal ini, perlu didorong akses yang lebih baik terhadap input pertanian yang berkualitas dan terjangkau.
Baca Juga: GMC Sulsel Berikan Bantuan Alat Pertanian Kepada Petani Kopi di Gowa
Penelitian CIPS merekomendasikan beberapa langkah untuk meningkatkan produktivitas petani melalui program input pertanian, termasuk perencanaan jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi dan bantuan. Secara bertahap, transisi dari subsidi tidak langsung ke pembayaran langsung kepada petani dapat didorong.
Pembayaran langsung ini dapat menghilangkan disparitas harga, memberikan akses yang lebih luas terhadap pilihan input, mencegah insentif yang salah, dan mendorong pembelian input yang sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, Aditya menekankan pentingnya dukungan dalam penyediaan input pertanian melalui pengembangan varietas unggul baru, relaksasi impor bahan baku pupuk, dan benih tetua/benih sumber. Sektor pertanian juga membutuhkan investasi dalam infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik, jaringan irigasi, internet, dan transportasi laut.
"Peningkatan kapasitas dan pengetahuan petani juga penting melalui kegiatan penyuluhan yang disediakan oleh pemerintah maupun sektor swasta," tambahnya.
Berita Terkait
-
Tebus Pupuk Subsidi Kini Cukup Pakai KTP
-
Kementan Berikan Bantuan Sarana dan Prasarana Imbas Badai El Nino di Lombok Barat
-
Hengky Kurniawan Ingatkan Warga Jangan Jual Lahan Produktif
-
Petani Tembakau Malah Makin Ketar-ketir Jelang Pengesahan RUU Kesehatan
-
GMC Sulsel Berikan Bantuan Alat Pertanian Kepada Petani Kopi di Gowa
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan
-
Shell, BP dan Vivo Diminta Bernegosiasi dengan Pertamina untuk Beli Solar
-
ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
Perusahaan Dompet Digital Mulai Sasar Segmen Olah Raga
-
Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global
-
Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini
-
Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam
-
Penerapan B50 Batal untuk 2026, Masih Terus Dikaji
-
Purbaya Mau Tambah Satu Lapisan Tarif Cukai biar Rokok Ilegal Jadi Legal