Suara.com - Di masa sekarang, kebutuhan manusia akan koneksi internet telah menjadi bagian penting, bahkan tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, mulai dari rumah. PT Mega Akses Persada (FiberStar) adalah penyedia infrastruktur jaringan optik nasional yang menghadirkan layanan konektivitas berkualitas tinggi bagi sektor residensial, komersial, dan korporasi di seluruh Indonesia.
Sebagai penyedia infrastruktur fiber optik nasional berbasis konsep neutral carrier yang melayani operator, ISP, pelaku bisnis, dan ekosistem digital lintas sektor melalui pengembangan jaringan backbone, metro, dan last-mile, FiberStar menyediakan konektivitas jaringan yang aman, stabil, dan mudah diintegrasikan dengan berbagai layanan digital.
Dalam acara buka puasa FiberStar bersama media partner di Other Half, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/3/2026), Network Planning Department Head FiberStar, Yudo Satrio, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 jumlah homepass FiberStar meningkat menjadi 3.360.119 titik, naik dari 2.303.553 pada 2024 atau tumbuh 45,9% (YoY). Pada saat yang sama, capaian home connected melonjak menjadi 489.211 pelanggan tersambung, dari 322.150 pada 2024 atau tumbuh 51,9% (YoY), lebih cepat dibanding laju pertumbuhan homepass.
Kondisi ini tercermin pada rasio pemanfaatan jaringan atau take rate (home connected dibanding homepass) yang naik dari sekitar 14,0% pada 2024 menjadi sekitar 14,6% pada 2025. Peningkatan ini menggambarkan utilisasi infrastruktur yang makin sehat, seiring meningkatnya penetrasi layanan para mitra ISP dan pelaku usaha yang memanfaatkan jaringan FiberStar sebagai tulang punggung operasional digital di berbagai area strategis.
“Yang kami jaga bukan hanya seberapa luas jaringan bertambah, tapi seberapa efektif jaringan itu dipakai. Pada 2025, pertumbuhan home connected lebih cepat dibanding pertumbuhan homepass. Ini menunjukkan utilisasi makin solid dan jaringan yang dibangun benar-benar dimanfaatkan,” paparnya.
Sejalan dengan tren ini, panjang jaringan FiberStar kini mencapai 64.497.562 meter atau sekitar 64.498 km. Pengembangan dilakukan melalui trase baru dan penguatan berlapis dari backbone, jaringan metro, hingga last-mile bersama mitra strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah serta menjaga konsistensi kualitas layanan di area dengan pertumbuhan permintaan tinggi.
“Utilisasi yang sehat harus ditopang desain jaringan yang siap dari hulu ke hilir. Karena itu kami memperkuat backbone, metro, hingga last-mile agar kapasitas lebih merata dan kualitas tetap konsisten ketika trafik tumbuh,” kata Yudo Satrio.
Dalam kesempatan yang sama, FiberStar menyampaikan rencana penguatan infrastruktur hingga 2026. Selain melanjutkan perluasan homepass secara bertahap, perusahaan menargetkan peningkatan penetrasi layanan dan utilisasi infrastruktur melalui penguatan kolaborasi dengan mitra ISP dan pelaku usaha, serta penyelarasan ekspansi dengan kapasitas backbone dan jaringan metro agar setiap perluasan dapat dieksekusi lebih efektif dan siap memenuhi lonjakan permintaan layanan digital.
Sebagai bagian dari rencana ini, FiberStar menetapkan target pembangunan sekitar 750.000 homepass baru sepanjang 2026 sebagai langkah menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas akses konektivitas di wilayah prioritas.
Baca Juga: Cara Harita Nickel Gerakkan Roda Ekonomi Kerakyatan
“Untuk 2026, fokus kami bukan hanya menambah cakupan, tetapi juga mendorong penetrasi dan utilisasi jaringan agar investasi infrastruktur makin produktif bagi mitra dan relevan bagi kebutuhan digital masyarakat. Sebagai neutral carrier, kami ingin mitra bisa lebih cepat memperluas layanan, sementara kami memastikan fondasinya siap dan andal,” tegas Yudo Satrio.
FiberStar menambahkan bahwa tantangan seperti proses perizinan, kondisi konstruksi lapangan, hingga ketidakseimbangan permintaan antarwilayah telah diantisipasi melalui berbagai mitigasi agar pembangunan berjalan tepat waktu dan berkelanjutan.
“Eksekusi di lapangan memiliki banyak variabel, sehingga mitigasi harus disiapkan sejak tahap perencanaan agar rollout tetap on-track dan pembangunan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sebagai penyedia infrastruktur netral yang melayani operator, ISP, pelaku bisnis, hingga ekosistem digital lintas sektor, FiberStar menyatakan akan terus mengambil peran dalam pemerataan akses broadband di Indonesia melalui pembangunan jaringan yang merata dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
FiberStar juga menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi digital masyarakat Indonesia, termasuk sektor ekonomi kerakyatan. Saat berbincang dengan Suara.com, Yudo Satrio menyatakan perusahaan turut bermitra dengan sejumlah kementerian hingga Starlink, layanan internet satelit berkecepatan tinggi dan latensi rendah milik SpaceX yang didirikan Elon Musk.
“Untuk daerah terpencil atau sulit dijangkau, kami mendukung kebutuhan UMKM dan BUMDes karena pelaku usaha tidak lepas dari kebutuhan e-commerce. Saat itu nama kementerian masih Kominfo sebelum berubah menjadi Komdigi. UMKM yang kami dukung antara lain Batik Trusmi di Cirebon,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Cara Harita Nickel Gerakkan Roda Ekonomi Kerakyatan
-
Dari Kajian Sampai Bazaar UMKM, Hijrahfest Ramadan 2026 "Comeback Stronger" Hadir di Jakarta
-
Alasan ASUS ExpertBook P1 P1403 Cocok untuk Pebisnis UMKM
-
Sepanjang 2025, TJSL PLN Peduli Jangkau Lebih dari 700 Ribu Penerima Manfaat di Seluruh Indonesia
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal
-
Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing
-
Purbaya Umumkan Daftar 20 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Tak Ada Suahasil-Misbakhun
-
10 Biang Kerok Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
-
Nestapa Kelas Menengah Jelang Lebaran: Dompet 'Layu' Sebelum Hari Raya
-
BRI Life Perluas Jangkauan Asuransi Digital, Incar Segmen Ini
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Profil PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Broker yang Diduga 'Goreng' Saham BEBS
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang
-
Pemerintah Soroti Perlindungan Merek dan Inovasi UMKM Agar Bisa Naik Kelas