Suara.com - Menteri Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno kembali menjadi moderator pada Kajian Ekonomi series 10 Road To "Muslimah Creative Day 2023" di Rumah Dinas Kemenparekraf, Jakarta Selatan.
Pada kesempatan itu, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa keunggulan ekonomi kreatif adalah fashion dan kuliner, dimana dua sektor tersebut menyumbangkan sekitar 60 persen dengan nilai tambah ekonomi kreatif.
"Ekonomi kreatif kita yaitu kuliner dan fashion, dari sektor ini bisa menyumbangkan sekitar 60 persen nilai tambah ekonomi kreatif," kata Sandiaga ditulis Selasa (4/7/2023).
Dengan keunggulan Fashion dan F&B yang diciptakan, maka bisa dikolaborasikan hingga penciptaan 4,4 juta lapangan kerja akan tercapai pada 2024, bahkan produk-produk bisa Go Global.
"Dari situ target 4,4 juta lapangan kerja bisa kita capai di tahun 2024. Keunggulan untuk mode fashion Indonesia Goes Global bisa dengan SCARF Media dan Sour Sally bisa disandingkan dengan program Indonesia Spice Up The World. Itu semua bisa dikolaborasikan sehingga akan Go Global," ungkap Sandiaga.
Sandiaga menegaskan untuk terus berinovasi, jika berhenti berinovasi maka apa yang dibangun akan runtuh dan tidak bisa bertahan di era yang penuh persaingan.
Acara tersebut diikuti oleh ratusan peserta via daring dan menghadirkan banyak brand owner serta pelaku UMKM kreatif, yang di bulan September nanti akan menjadi bagian dari Muslimah Creative Day 2023.
Kajian Ekonomi Series ke-10 adalah event kolaborasi antara Yayasan Indonesia Setara, SCARF Media dan Kemenparekraf yang menghadirkan narasumber inspiratif seperti Temi Sumarlin CEO & Founder SCARF Media, Donny Pramono Founder & CEO Sour Sally Group, Istafiana Candarini Founder & CEO KAMI, hingga owner brand lainnya, dan dimeriahkan oleh Salsha Indradjaja.
Muslimah Creative Day adalah event tahunan SCARF Media yang menjadi platform muslimah creativepreneur untuk berniaga, berjejaring, dan sebagai wadah halal creative industri di Indonesia.
Baca Juga: Sandiaga Bongkar Isi Percakapan Saat Bertemu Ganjar Di Arab Saudi: Tugas Saya Memenangkan Beliau
Event tahunan yang sudah berjalan selama 6 kali ini menghadirkan beragam aktivitas seperti Bazar, Inspiring Talks, Islamic Art Instalation, hingga Fashion Show.
Sandiaga bersama Kemenparekraf berkomitmen untuk terus mendorong agar semakin banyak event-event terselenggara di tanah air, karena terbukti secara nyata telah membuka banyak peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas
-
Jangan Kehabisan! Penukaran Uang Baru BI Mulai Besok, Wajib Daftar Online Dulu
-
Krisis Batu Bara Ancam PLTU, Pasokan Listrik Aman?
-
Setoran Pajak Kripto Tembus Rp1,93 Triliun, PMK Baru Jadi Angin Segar Exchange Lokal
-
Kemenperin Bantah Industri Tahan Produksi Usai Kesepakatan Tarif RI-AS