Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meninjau pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) yang berada di Desa Kunir, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.
Total ada 2 unit rumah di Desa Kunir yang mendapatkan bantuan RTLH dari Pemprov Jawa Tengah. Masing-masing penerima bantuan bernama Ibu Supriyati dan Ibu Titi.
Dalam tinjauannya, Ganjar mengaku senang dengan pembangunan RTLH yang dilaksanakan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah.
"Yang menarik adalah gotong royong dari keluarganya, sehingga rumahnya menjadi lebih bagus. Ini ada dua rumah di sini penampakannya bagus," ujar Ganjar ditulis Kamis (13/7/2023).
Tak hanya renovasi bangunan rumah gratis untuk warga, bantuan RTLH juga sudah termasuk pembangunan jambanisasi dan listrik.
Ganjar menyebutkan, hal itu untuk mendukung terciptanya kesehatan yang baik untuk seluruh anggota keluarga yang tinggal di dalamnya.
"Kalau kita melihat kondisi rumahnya makin layak huni, makin sehat, tentu kita senang. Maka kita cek apakah sudah punya jamban atau belum dan sudah ada alhamdulillah," ucap Ganjar.
"Jadi kalau jamban ada, listrik ada, air bersih ada, rumahnya layak maka sebenarnya ini sudah cukup untuk bisa memberikan kesehatan yang lebih baik," sambung Ganjar.
Hingga akhir bulan Juni tahun 2023, Pemprov Jawa Tengah melalui bantuan keuangan ke pemerintah desa telah merealisasikan 6.557 unit RTLH, termasuk peningkatan kualitas RTLH.
Baca Juga: Konker PGRI Banjarnegara, Guru Diajak Bareng-Bareng Nyambut Gawe
Untuk tahun 2023 ini, Ganjar Pranowo menargetkan 15.225 unit RTLH bisa dibangun sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
Perusahaan Dompet Digital Mulai Sasar Segmen Olah Raga
-
Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global
-
Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini
-
Danamon Bakal Kembangkan Solusi Pembiayaan Kredit Karbon Berbasis Alam
-
Penerapan B50 Batal untuk 2026, Masih Terus Dikaji
-
Purbaya Mau Tambah Satu Lapisan Tarif Cukai biar Rokok Ilegal Jadi Legal
-
Fakta-fakta 'Tambang Meledak' di Bogor, ANTAM dan Kepolisian Beri Update Terkini
-
LPPOM Sasar Gen Z untuk Memperkuat Proyeksi Industri Halal Masa Depan
-
Video Ledakan Tambang Antam di Bogor Ternyata Hoaks