Bisnis / Makro
Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong peningkatan ekspor tekstil nasional ke Amerika Serikat untuk memperkuat kinerja perdagangan internasional Indonesia.
  • Pemerintah memanfaatkan peluang kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat yang telah mencatatkan surplus signifikan bagi neraca dagang Indonesia.
  • Pameran Intertextile di Jakarta, Kamis (16/4/2026), digelar untuk memperkuat ekosistem industri tekstil hulu hingga hilir serta menekan impor.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso alias Busan, mendorong peningkatan ekspor tekstil ke Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu pasar utama.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kinerja ekspor sekaligus memperluas pangsa pasar industri tekstil nasional.

Upaya tersebut disampaikan saat Mendag meninjau pameran industri tekstil Intertextile di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).

Menurut Busan, Indonesia memiliki peluang besar di pasar AS seiring adanya kerja sama perdagangan yang telah terjalin antara kedua negara.

"Karena kita mempunyai banyak perjanjian dagang, ya. Ada perjanjian dagang dengan Amerika. Dengan Amerika itu, ekspor kita 30 miliar dolar AS, ekspor keseluruhan, ya. Kemudian surplus kita 18,1 miliar. Surplus terbesar Indonesia itu ke Amerika," jelasnya.

Ia menyebut, pasar AS menjadi salah satu target utama karena kontribusinya yang signifikan terhadap ekspor nasional.

Pekerja memintal benang di sebuah industri kawasan Cipulir, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

"Kita kejar pasar Amerika, makanya kita membuat FTA (free trade agreement) itu karena pangsa pasar kita, pasar ekspor kita itu 11 persen dari total ekspor kita ke dunia," ujar Busan.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan pasar domestik untuk industri tekstil guna menekan masuknya produk impor.

Ia menilai, pasar dalam negeri masih memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional.

Baca Juga: Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

"Pasar dalam negeri juga cukup besar yang diisi oleh produksi dalam negeri. Kalau kita lihat ekosistem tekstil, produk tekstil, sangat bagus, ya. Dari bahan baku. Bahan baku kita juga banyak, ya. Saya kira ekosistemnya kita paling lengkap," ucap Budi.

Ia menambahkan, penyelenggaraan pameran industri seperti Intertextile menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri.

Selain itu, pameran tersebut juga diharapkan dapat mendorong penguatan industri dari sisi hulu hingga hilir.

Budi mengakui, dinamika global termasuk konflik geopolitik turut memengaruhi industri tekstil. Namun demikian, industri dalam negeri dinilai masih mampu bersaing.

"Saya tanya langsung saja tadi, ya. Jadi bahwa teman-teman justru sanggup berdaya saing. Sanggup berkompetisi dengan produk-produk asing," tutup Budi.

Load More