- Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong peningkatan ekspor tekstil nasional ke Amerika Serikat untuk memperkuat kinerja perdagangan internasional Indonesia.
- Pemerintah memanfaatkan peluang kerja sama perdagangan dengan Amerika Serikat yang telah mencatatkan surplus signifikan bagi neraca dagang Indonesia.
- Pameran Intertextile di Jakarta, Kamis (16/4/2026), digelar untuk memperkuat ekosistem industri tekstil hulu hingga hilir serta menekan impor.
Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso alias Busan, mendorong peningkatan ekspor tekstil ke Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu pasar utama.
Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kinerja ekspor sekaligus memperluas pangsa pasar industri tekstil nasional.
Upaya tersebut disampaikan saat Mendag meninjau pameran industri tekstil Intertextile di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Menurut Busan, Indonesia memiliki peluang besar di pasar AS seiring adanya kerja sama perdagangan yang telah terjalin antara kedua negara.
"Karena kita mempunyai banyak perjanjian dagang, ya. Ada perjanjian dagang dengan Amerika. Dengan Amerika itu, ekspor kita 30 miliar dolar AS, ekspor keseluruhan, ya. Kemudian surplus kita 18,1 miliar. Surplus terbesar Indonesia itu ke Amerika," jelasnya.
Ia menyebut, pasar AS menjadi salah satu target utama karena kontribusinya yang signifikan terhadap ekspor nasional.
"Kita kejar pasar Amerika, makanya kita membuat FTA (free trade agreement) itu karena pangsa pasar kita, pasar ekspor kita itu 11 persen dari total ekspor kita ke dunia," ujar Busan.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan pasar domestik untuk industri tekstil guna menekan masuknya produk impor.
Ia menilai, pasar dalam negeri masih memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku industri nasional.
Baca Juga: Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik
"Pasar dalam negeri juga cukup besar yang diisi oleh produksi dalam negeri. Kalau kita lihat ekosistem tekstil, produk tekstil, sangat bagus, ya. Dari bahan baku. Bahan baku kita juga banyak, ya. Saya kira ekosistemnya kita paling lengkap," ucap Budi.
Ia menambahkan, penyelenggaraan pameran industri seperti Intertextile menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, pameran tersebut juga diharapkan dapat mendorong penguatan industri dari sisi hulu hingga hilir.
Budi mengakui, dinamika global termasuk konflik geopolitik turut memengaruhi industri tekstil. Namun demikian, industri dalam negeri dinilai masih mampu bersaing.
"Saya tanya langsung saja tadi, ya. Jadi bahwa teman-teman justru sanggup berdaya saing. Sanggup berkompetisi dengan produk-produk asing," tutup Budi.
Berita Terkait
-
Ekspor Produk Perikanan Capai 6,27 Miliar Dolar AS di 2025, Tertinggi dalam 5 Tahun
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,23 Miliar USD di Januari-Februari 2026, Naik 70 Bulan Beruntun
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Di Balik Krisis Pertalite dan Solar: Saat Kenaikan Pertamax Memicu Efek Domino
-
Sudirman Said Mengaku Tak Dicecar soal Riza Chalid dalam Pemeriksaan Kasus Petral
-
Porprov Jateng 2026 Terapkan Sistem Real-Time, Hasil Pertandingan hingga Prestasi Dipantau Langsung
-
Langkah Isuzu di GIIAS 2026 Jadi Ujian Konsistensi di Tengah Ketatnya Pasar Kendaraan Niaga
-
Dituding Singgung Hubungan Rizky Nazar, Anjasmara Akhirnya Minta Maaf: Saya Tidak Sebut Nama
-
Indonesia Jadi Pasar Strategis Acerpure, Generasi Muda Jadi Target Utama
-
Mati Listrik saat Bikin Roti? Ini 5 Cara Selamatkan Adonan!
-
PHK Meningkat, DPR Minta KP2MI Genjot Penempatan Pekerja ke Luar Negeri
-
Koordinat Lokasi hingga Data Keluarga Bocor, Dosen UGM Diteror usai Kritik Dugaan Mutasi ASN
-
MPLS Berakhir, MBG jadi Pengalaman Pertama Mencicipi Buah Impor bagi Siswa di Sekolah Kecil Jogja