- Larangan vape Dinilai bisa mematikan industri dan UMKM.
- Industri vape serap hingga 150 ribu tenaga kerja pada 2025.
- Pemerintah diminta fokus pada pengawasan narkoba, bukan pelarangan produk.
Suara.com - Rencana pelarangan total rokok elektrik atau vape menuai kritik dari DPR RI. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menghantam ratusan ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergantung pada industri tersebut.
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menilai usulan pelarangan vape justru tidak menyasar akar persoalan, yakni peredaran narkotika ilegal.
Menurutnya, kemunculan indikasi penyalahgunaan cairan vape sebagai media distribusi narkoba seharusnya direspons dengan penguatan pengawasan, bukan pelarangan total produk.
"Berarti tugas BNN maupun Kepolisian ini masih kurang, kurang maksimal di dalam pencegahan," ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Ia menegaskan, tugas utama aparat adalah memastikan produk yang beredar tidak terkontaminasi zat berbahaya, bukan justru melarang industrinya secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Bambang mengingatkan bahwa kebijakan pelarangan vape berpotensi menimbulkan dampak ekonomi besar, terutama bagi pelaku UMKM dan tenaga kerja yang menggantungkan hidup di sektor ini.
Data Perkumpulan Produsen Eliquid Indonesia (PPEI) menunjukkan bahwa industri rokok elektrik berpotensi menyerap tenaga kerja hingga 210.000–280.000 orang pada 2030, dengan pertumbuhan 1 persen–3 persen per tahun.
Sementara itu, Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mencatat saat ini terdapat lebih dari 1.500 pelaku usaha di seluruh Indonesia, mulai dari ritel, distributor, hingga produsen.
Pada 2025 saja, industri ini telah menyerap sekitar 100.000 hingga 150.000 tenaga kerja.
Baca Juga: Ada Wacana Larangan Peredaran Vape, Apa Efeknya ke Ekonomi?
Bambang pun menilai, kebijakan pelarangan total berisiko mematikan industri yang tengah berkembang dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
"Sama dengan pelabuhan laut misalnya. Pelabuhan laut itu tempat lewatnya narkoba. Terus supaya tidak dilewati narkoba, pelabuhan lautnya ditutup? Jadi kalau bertugasnya tidak mampu, jangan mengorbankan (industrinya)," tegas Bambang.
Ia menambahkan, penggunaan vape sebagai media penyalahgunaan narkoba tidak bisa dijadikan alasan untuk melarang produknya secara keseluruhan, mengingat peredaran narkotika terjadi melalui berbagai jalur lain.
Menurutnya, deteksi narkoba dalam cairan atau perangkat vape ilegal justru relatif mudah dilakukan jika pengawasan diperketat dan terintegrasi.
"Oleh sebab itu, perlu adanya pertimbangan matang terkait wacana pelarangan total perdaran daripada vape ini," pungkas Bambang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora
-
Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit
-
5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI
-
Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI
-
Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun
-
Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman