Suara.com - Sukarelawan Ganjar Sejati membangun bak penampungan air di salah satu lumbung padi di Kota Banjar, Jawa Barat, bersama para perani secara gotong royong.
Bak penampungan air itu diharapkan dapat membantu para perani untuk mengairi lahan persawahan tadah hujan seluas sekitar 60 hektare di sekitarnya.
"Kami dari tim sukarelawan Ganjar Sejati memprakarsai untuk swasembada pembuatan bak penampungan air untuk kelompok tani di Kota Banjar. Untuk pembangunan ini rencananya hari ini atau dua hari ke depan sudah selesai," kata Koordinator Ganjar Sejati Banjar, Sugeng Priyadi ditulis Selasa (18/7/2023).
Kegiatan gotong royong pembangunan bak penampungan air itu terletak di Dusun Sindanggalih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat
Sugeng mengatakan alasannya memilih lokasi tersebut, karena merupakan salah satu lumbung padi di Kota Banjar yang selama ini selalu terkendala dalam pengairan dari saluran irigasi Sungai Citanduy.
Melalui kegiatannya kali ini, para sukarelawan Ganjar Sejati turut memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai bacapres 2024 kepada para petani setempat.
Kesempatan itu pun dimanfaatkan oleh para petani untuk menyampaikan harapannya terhadap Ganjar apabila terpilih menjadi Presiden Indonesia pada 2024 mendatang.
"Harapan kami tentunya untuk Pak Ganjar memperhatikan para petani. Terutama tentang pengairan dan pupuk. Mudah-mudahan, sebagai solusi pupuk dan air itu bagi petani harapannya tentu mudah dan gampang," ujar Sugeng.
Selama ini, para petani di Kota Banjar diakui sering mengeluhkan harga pupuk yang relatif mahal. Tak hanya itu, mereka juga kerap kesulitan mendapatkan pupuk tersebut di pasaran.
Baca Juga: Kritik Pedas Jokowi Sok Pro Petani, Rizal Ramli: Sampeyan Kok Tega? Bikin Petani Makin Miskin
"Jadi, keluhan petani yang paling penting adalah (membuat) harga pupuk yang murah dan tersedia. Harapannya untuk Pak Ganjar di 2024 tentunya menjadi presiden dan memperhatikan para petani agar harga-harga pertanian tentunya harga jual dan harga belinya semakin terjaga," katanya menambahkan.
Lebih lanjut, Sugeng mengatakan program kegiatan para sukarelawan Ganjar Sejati di Kota Banjar saat ini juga difokuskan untuk mengembangkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Kepedulian para sukarelawan itu ditunjukkan dengan mengadakan beberapa kali kegiatan pelatihan untuk para pelaku UMKM di wilayah Kota Banjar dan sekitarnya
"Sektor lainnya di sini adalah dari sektor UMKM. Untuk di Kota Banjar, UMKM sudah beberapa kali (kami) mengadakan pelatihan di sektor usaha mikro kecil menengah seperti pembuatan tahu, pembuatan roti dan pembuatan tape," ujar Sugeng.
Kegiatan-kegiatan itu diakui berhasil meningkatkan dukungan masyarakat terhadap Ganjar Pranowo untuk menjadi Presiden Republik Indonesia selanjutnya.
"Untuk sukarelawan di wilayah Kota Banjar khususnya Langensari itu mungkin sudah berkisar sekitar 20 relawan atau lebih (yang terdata). Mungkin yang tak terdatanya mungkin bisa 500-an," kata Sugeng.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai