Suara.com - Sukarelawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Srikandi Ganjar kembali melakukan kegiatan bermanfaat dan positif untuk masyarakat di Sumatera Selatan.
Kali ini, Srikandi Ganjar menggaet perempuan milenial untuk membuat DIY storage aestehtic dari kaleng dan botol bekas di Jalan Lintas Sumatra Gg. Lampung No.1, Timbangan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Nur Indah Haryani selaku Srikandi Ganjar Sumsel mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk mengasah kemampuan masyarakat sekitar khususnya perempuan agar lebih produktif.
Sebab, barang-barang bekas tersebut memiliki harga jual yang tinggi dan juga menguntungkan.
"Kami mengadakan pelatihan ini untuk mengasah kreativitas dan produktifitas serta memanfaatkannya menjadi nilai jual yang menguntungkan," ungkap Nur Indah dalam siaran persnya, Kamis (20/07/2023).
Dia menambahkan kegiatan tersebut menandapatkan antuasis yang positif dari masysrakat sekitar. Hal itu terlihat dari para peserta yang menikmati membuat botol bekas menjadi nilai jual.
Dalam pelatihan ini perempuan pendukung Ganjar Pranowo itu menyediakan alat dan bahan perlengkapan yang dibutuhkan seperti botol, kaleng, lem tembak, tali goni, dan topper atau hiasan.
Selain itu, seluruh para peserta juga diajarkan cara mengola dan membuat storage menjadi lebih cantik.
"Peserta diajarkan bagaimana mengolah dan membuat storage sesuai dengan kreativitas masing masing," tutur dia.
Baca Juga: Unggul di Kalangan Milenial, Prabowo Dinilai Jadi Solusi Perubahan dan Keberlanjutan
Dengan adanya kegiatan ini, Srikandi Ganjar Sumsel berharap masyarakat GG Lampung khususnya perempuan milenial lebih produktif dan kreatif dalam mengolah bahan bahan ekonomis yang ada disekitarnya.
Sehingga bisa menjadi ussaha kecil kecilan dan memembantu perekonomian keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, Nur Indah juga memperkenalkan sosok Ganjar Pranowo sebagai calon presiden 2024 kepada perempuan milenial yang menghadiri kegiatan tersebut.
"Kami juga memperkenalkan sosok Pak Ganjar Pranowo yang akan maju sebagai calon presiden tahun 2024 kepada para peserta," ungkap dia.
Tag
Berita Terkait
-
Terjebak Digital Hoarding: Mengapa Kita Sulit Menghapus Screenshot dan File Lama di Ponsel?
-
Gen Z Disebut Kalah Cerdas dari Milenial, Efek EdTech di Dunia Pendidikan?
-
Mengapa Gen Z Indonesia Tak Lagi Mengejar Jabatan Tinggi?
-
Trump Turunkan Prioritas Energi Bersih: Apakah Proyek CCS Indonesia Terpengaruh?
-
5 Alasan Kenapa Disebut Es Gabus, Jajanan Milenial Mirip Spons yang Terancam Punah
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Perang Makin Memanas, IHSG Langsung Terkapar 2,66% dan 704 Saham Merosot
-
BPS Pantau Dampak Perang AS-Israel Vs Iran ke Perdagangan RI
-
Gas Mako Masuk Tahap Implementasi FID, Sinyal Investasi Hulu Migas Kembali Bergairah
-
Wujudkan Hunian Layak dan Berkualitas, BRI Perkuat Program Gentengisasi melalui Skema KUR Perumahan
-
Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD
-
Emiten Properti LPKR Bukukan Laba Bersih Rp 470 Miliar Sepanjang 2025
-
BEI Umumkan Ketentuan Liquidity Provider Saham, Termasuk Regulasi Free Float
-
BPS: 33 Provinsi Inflasi, Tekanan Terbesar dari Ayam dan Cabai
-
Perang Timur Tengah, Harga BBM RI Bakal Naik Drastis?
-
Purbaya Mau Audit Wajib Pajak Buntut Restitusi Tembus Rp 360 Triliun